Khofifah: 19 Sekolah Rakyat di Jawa Timur Siap Beroperasi Juli 2025
Sabtu, 28 Juni 2025 | 02:02 WIB
Jombang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan 19 sekolah rakyat (SR) di berbagai wilayah Jawa Timur siap beroperasi pada 14 Juli 2025, bertepatan dengan peluncuran nasional program tersebut. Fasilitas, siswa, dan sistem pembelajaran juga telah disiapkan secara matang.
“Pada 14 Juli itu akan ada peluncuran nasional. Dari Jatim, ada 19 lokasi yang siap, salah satunya di Jombang,” ujar Khofifah saat meninjau gedung SKB Mojoagung, Jombang, yang akan difungsikan sebagai sekolah rakyat, Jumat (27/6/2025).
Di Jombang, sekolah rakyat akan membuka empat rombongan belajar (rombel), terdiri atas dua rombel untuk tingkat SMP dan dua untuk SMA, dengan total 100 siswa (25 siswa per rombel).
Sementara itu, di lokasi Gedung SKB Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, akan dibuka sekolah rakyat untuk jenjang SD dan SMP. Masing-masing jenjang akan menampung dua rombel, dengan kapasitas 25 siswa per rombel, total 100 siswa juga.
Khofifah menjelaskan, seluruh sekolah rakyat di Jatim akan menerapkan sistem sekolah berasrama (boarding school). Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan komprehensif dan lingkungan belajar yang terkontrol, terutama bagi anak-anak dari kelompok rentan.
"Sistemnya boarding school. Semua pengelolaan, baik guru maupun staf, akan ditangani oleh pemerintah pusat,” tegasnya.
Pengelolaan sekolah, termasuk manajemen dan anggaran, akan menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Meski perekrutan tenaga pengajar dilakukan secara lokal, manajemen tetap dipegang pusat.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah menyiapkan lahan seluas 5,2 hektare yang nantinya akan dibangun menjadi gedung permanen sekolah rakyat sesuai desain dari pemerintah pusat. Gedung saat ini masih bersifat sementara, menunggu pembangunan rampung.
Selain kesiapan infrastruktur, Khofifah juga mengungkap telah dilakukan pendataan siswa dan sosialisasi kepada orang tua calon peserta didik, termasuk penjelasan terkait metode dan sistem pembelajaran berbasis boarding school.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




