Pedagang Sembako di Pasar Keluhkan Dampak Isu Beras Oplosan
Kamis, 17 Juli 2025 | 12:51 WIB
Surabaya, Beritasatu.com –Sejumlah pedagang bahan pokok di Pasar Soponyono Rungkut Surabaya mengaku resah dengan adanya isu beras oplosan yang saat ini tengah ramai beredar.
Alim, salah satu pedagang sembako, mengatakan masalah beras oplosan membuat para konsumen menjadi resah.
"Kalau saya sendiri enggak jual beras oplosan. Tetapi, isu dari beras oplosan ini berpengaruh kepada pedagang beras, banyak pembeli yang menjadi was-was," ujar Alim, saat ditemui pada Kamis (17/7/2025).
Sedangkan menurut keterangan Dewi, salah satu pedagang sembako lainnya, dari sejumlah merek beras premium kemasan yang diduga oplosan tersebut sudah hampir satu bulan ini tidak beredar di pasar.
"Sudah enggak ada, sudah sejak satu bulan yang lalu sudah tidak ada pengiriman. Sudah enggak ada beras oplosan," katanya.
Sebelumnya, pemerintah dan Satgas Pangan Mabes Polri menemukan sebanyak 212 merk beras kemasan yang diduga oplosan atau tidak sesuai takaran. Dari ratusan merek tersebut, diduga berisi beras campuran atau oplosan antara beras kelas biasa dengan premium.
Selain itu banyak merek beras kemasan yang dijual tidak sesuai dengan takaran yang tertera.
Para pedagang berharap, pemerintah dan kepolisian bisa menindak tegas produsen beras yang melakukan praktik kecurangan, karena keberadaan beras oplosan ini sangat merugikan pedagang dan konsumen.
Sementara saat ini, harga beras kelas premium sudah mencapai Rp 17.000 per kilogram atau naik sekitar Rp 1.000 per kilogram.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




