Geram Jalan Nasional Rusak, Warga Ngawi Tanam Pohon Pisang
Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:59 WIB
Ngawi, Beritasatu.com - Kondisi jalan nasional Solo-Ngawi, tepatnya di sepanjang Kecamatan Mantingan, Karanganyar hingga Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Banyaknya lubang yang menganga di jalur tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas akibat pengendara terperosok atau kehilangan kendali.
Meski perbaikan rutin dilakukan dengan metode tambal sulam, hasilnya dinilai tidak bertahan lama. Memasuki musim hujan, lubang-lubang baru kembali bermunculan di sejumlah titik, sehingga membahayakan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi tersebut memicu kegeraman warga. Sebagai bentuk protes, sejumlah pemuda dari Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, menanam pohon pisang di tengah badan jalan pada Sabtu (17/1/2026).
Aksi tanam pohon pisang ini dilakukan pada lubang-lubang jalan yang paling dalam dan dinilai berbahaya. Selain sebagai penanda bagi pengendara, aksi tersebut menjadi kritik keras terhadap pihak terkait yang dianggap tidak serius menangani kerusakan jalan nasional yang merupakan akses vital lintas provinsi.
“Kami sangat resah dengan kondisi jalan seperti ini. Banyak lubang terbuka di jalan raya yang notabene merupakan jalur utama penghubung antarwilayah,” ujar koordinator aksi warga, Sigit Banoali.
Sigit mengakui, perbaikan kerap dilakukan saat kerusakan mulai terlihat. Namun, kualitas pengerjaan dinilai asal-asalan dan tidak menyentuh akar persoalan.
“Selama ini hanya tambal sulam. Begitu hujan turun, aspal kembali mengelupas dan jalan menjadi berlubang lagi,” ungkapnya.
Menurut warga, kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang sering terjadi, terutama menimpa pengendara yang tidak hafal kondisi jalan. Dampaknya pun beragam, mulai dari pengendara roda dua yang terjatuh hingga kendaraan roda empat mengalami kerusakan parah seperti patah as roda.
“Pengendara harus ekstra waspada, apalagi saat malam hari atau ketika hujan. Sudah sering kecelakaan terjadi di lokasi-lokasi ini,” tambah Sigit.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, mengingat kerusakan jalan tersebar di sepanjang belasan kilometer dan dilintasi kendaraan berat setiap hari.
“Harapan kami ada perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam. Jalan ini adalah nadi transportasi lintas provinsi dan sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




