Jalan Rusak Total di Ngawi, Mobilitas Warga Terhambat
Minggu, 15 Februari 2026 | 14:57 WIB
Ngawi, Beritasatu.com - Intensitas hujan tinggi mengguyur Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengakibatkan infrastruktur jalan di Dusun Kluweng, Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, hancur total. Jalan penghubung antar-kecamatan tersebut ambruk sepanjang 25 meter setelah tidak mampu menahan derasnya air dari sungai setempat.
Detik-detik pasca-putusnya jalan sempat terekam kamera warga. Dalam video yang beredar, terlihat jelas material jalan remuk dan terbawa arus air yang sangat deras.
Gerusan air menciptakan lubang menganga dengan kedalaman lebih dari tiga meter. Sepuluh meter badan jalan putus total dari sisi ke sisi, sementara 15 meter sisanya hanyut sebagian, menyisakan separuh lajur yang menggantung dan berbahaya.
Ketua RT setempat, Midun menuturkan, bencana mulai terjadi antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Ia menjelaskan, pemicu utama ambrolnya jalan bukan hanya debit air yang tinggi, melainkan adanya tumpukan sampah yang menyumbat salah satu terowongan jembatan.
"Saat kejadian, hujan deras sudah berlangsung sejak siang. Sampah menumpuk di terowongan jembatan, sehingga air meluap ke atas jalan," ujar Midun saat ditemui di lokasi, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, air bah yang meluap ke badan jalan mencapai ketinggian 45 sentimeter sebelum akhirnya menggerus talut dan memutus akses.
Beruntung, warga bergerak cepat menutup akses jalan sebelum struktur jalan runtuh, sehingga tidak ada kendaraan atau warga yang terperosok saat insiden terjadi.
Jalan desa yang terputus ini merupakan akses alternatif strategis yang menghubungkan Kecamatan Paron dan Kecamatan Kedunggalar. Akibat kerusakan total ini, mobilitas masyarakat terganggu.
Warga yang biasa melintasi jalur tersebut kini terpaksa memutar melalui jalur lain dengan jarak tempuh lebih jauh.
"Total kerusakan mencapai 25 meter. Memang ada akses jalan alternatif, tetapi warga harus memutar jauh," imbuhnya.
Hingga saat ini, wilayah Kabupaten Ngawi masih berpotensi diterjang cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi.
Warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau tebing, diimbau selalu waspada terhadap potensi bencana susulan seperti banjir luapan maupun tanah longsor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




