Banjir Terjang Ngawi, Rumah Warga Nyaris Roboh Disapu Air
Minggu, 15 Februari 2026 | 01:12 WIB
Ngawi, Beritasatu.com – Banjir menerjang Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026). Derasnya arus membuat rumah seorang warga bernama Misinah (57) nyaris roboh. Proses evakuasi warga berlangsung dramatis.
Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ngawi sejak siang hingga petang sehingga mengakibatkan kali meluap.
Rumah Misinah yang didominasi material kayu tersebut mengalami kerusakan parah setelah dinding bagian depan dan belakang jebol diterjang debit air. Tak hanya merusak struktur bangunan, derasnya arus juga menyapu perabotan rumah tangga dan merobohkan atap bagian belakang setelah tiang penyangganya hanyut terbawa banjir.
Sumarti, tetangga Misinah menceritakan betapa mencekamnya situasi saat debit air tiba-tiba naik sekitar pukul 16.30 WIB. Sebelum menerjang pemukiman, luapan air dilaporkan sempat menggenangi akses jalan utama Paron-Kedunggalar.
"Airnya naik sangat tiba-tiba. Ketinggiannya lebih dari 80 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa," kata Sumarti.
Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Saat air mulai masuk ke dalam rumah, saudara kandung Misinah berhasil dievakuasi lebih awal ke rumah tetangga. Namun, Misinah sendiri sempat bersikeras untuk tetap tinggal di dalam rumahnya meski kondisi air sudah mulai naik.
"Sempat tidak mau dievakuasi. Orangnya baru mau pindah dan keluar rumah setelah dipaksa oleh warga karena kondisinya sangat berbahaya," tambah Sumarti.
Selain merusak rumah Misinah, banjir luapan yang berasal dari area persawahan dan sungai tersebut juga merusak infrastruktur warga lainnya. Sebuah pondasi calon bangunan rumah yang berada tepat di bibir kali dilaporkan ambrol sebagian terbawa arus, hingga menyisakan lubang menganga yang cukup dalam.
"Kejadiannya sangat cepat. Air meluap dari sawah dan kali karena sejak siang hujan turun sangat deras sekali," jelasnya.
Selain dampak kerusakan material, luapan air ini juga sempat memutus akses jalan antarkecamatan selama hampir satu jam. Menjelang petang, debit air dilaporkan mulai surut dan akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan. Meski demikian, warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




