Sambut Imlek, Umat Konghucu Surabaya Gelar Tradisi Tolak Bala Cisuak
Minggu, 15 Februari 2026 | 20:03 WIB
Surabaya, Beritasatu.com – Menyambut perayaan Imlek 2026, umat Konghucu di Surabaya menjalani ritual penuh makna yang dikenal dengan sebutan Cisuak. Bukan sekadar tradisi tahunan, Cisuak menjadi sarana mensucikan diri, menata pikiran, serta menangkal energi negatif sepanjang tahun Kuda Api ini.
Tahun 2026 dalam kalender lunar dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Ritual Cisuak digelar sebagai upaya preventif untuk meminimalkan pengaruh buruk yang dipercaya dapat menghampiri. Menariknya, ritual ini tidak terbatas bagi umat Khonghucu saja, melainkan terbuka bagi siapa pun yang ingin memperkuat ketenangan batin.
Melalui Cisuak, peserta diharapkan mampu menumbuhkan optimisme. Sebelum prosesi inti dimulai, peserta menuliskan harapan dan doa di atas kertas khusus. Sebagai simbol melepas "hal buruk", peserta menyertakan potongan kuku, rambut, serta benang dengan warna yang disesuaikan dengan unsur shio atau tahun kelahiran.
Lian Marina Margaretha, peserta asal Kediri, sengaja datang jauh-jauh ke Surabaya dengan tujuan khusus untuk meruwat diri. "Saya ingin dijauhkan dari tolak balak, dan berharap kedepannya hidup lebih baik lagi," ungkap Lian Marina Margaretha pada Minggu (15/2/2026).
Rohaniawan Konghucu di Surabaya, WS Liem Tiong, menjelaskan bahwa esensi dari Cisuak adalah menanamkan pola pikir positif. Ia memberikan komparasi budaya agar masyarakat luas lebih mudah memahaminya.
"Dalam tradisi Jawa, serupa dengan ruwat. Selain itu, cisuak boleh diikuti semua orang. Sebagai upaya menumbuhkan mindset positif sepanjang tahun," ujar WS Liem Tiong.
Setelah doa dipanjatkan, para umat berbaris menuju halaman belakang kelenteng. Di sana, ember berisi air bertabur bunga mawar dan melati telah disiapkan. Rohaniawan menciduk air tersebut, lalu mengguyurkannya ke tangan umat yang menengadah. Air bunga ini digunakan untuk membasuh wajah, tangan, dan kaki sebagai simbol fisik dari penyucian jiwa.
Ritual ditutup dengan pembakaran kertas kimcua berbentuk gunung dan kertas teratai. Aksi ini menjadi simbol persembahan sekaligus harapan agar lembaran tahun baru diisi dengan kebaikan, ketenangan, dan pikiran yang jernih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




