ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Santri Ponpes di Kampar Alami Gangguan Kejiwaan Seusai Dirundung Kakak Kelas

Selasa, 3 September 2024 | 22:48 WIB
ER
IC
Penulis: Effendi Rusli | Editor: CAH
FAS, santri korban perundungan kakak kelas terbaring lemah di rumah sakit.(Beritasatu.com/istimewa)
FAS, santri korban perundungan kakak kelas terbaring lemah di rumah sakit.(Beritasatu.com/istimewa) (Istimewa/Istimewa)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Seorang santri pondok pesantren di Kecamatan Tambang, (ponpes) Kabupaten Kampar, Riau, mengalami gangguang kejiwaan setelah mengalami perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya. Ibu korban Shinta Offianty menceritakan bahwa putranya FAS (13) yang saat ini duduk di kelas dua ponpes tersebut mengalami perundungan pada 31 Juli 2024 lalu. 

"Kronologinya, pada hari itu sebelum zuhur anak saya bermain tirai bersama adik kelasnya dan ditegur oleh kakak kelasnya. Lalu datang dari asrama masjid pelaku R menendang anak saya. Kemudian anak saya lari keluar masjid dan datang kurang lebih 10 orang kakak kelas bilang kurang senang kalian sama saya? Tiba-tiba datang pelaku A memukul kepala anak saya hingga anak saya terjatuh ke lantai dan di situlah kepalanya diinjak-injak," tutur Shinta kepada Beritasatu.com, Selasa (3/9/2024). 

Akibat peristiwa itu, FAS harus diopname di RS Aulia Hospital selama tiga hari dari sejak 1 hingga 3 Agustus lalu. Dia didiagnosa mengalami memar di bagian otak. 

ADVERTISEMENT

"Dampak dari itu anak saya trauma dan depresi berat hingga terganggu kejiwaannya karena berhalusinasi ingin menyakiti diri sendiri," ungkap Shinta. 

Selanjutnya, psikolog dari UPT PPA Kampar menyarankan agar FAS dibawa ke psikiater untuk diperiksa kondisi psikis dan kejiwaannya. "Katanya kalau terlambat akan buruk dampaknya. Hari ini kami melakukan pemeriksaan di RSJ Tampan," lanjutnya.

Shinta berharap para pelaku dapat segera ditangkap karena dirinya telah membuat laporan di Polda Riau pada 5 Agustus lalu. Dia juga meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.

Terpisah, Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau AKBP Sepuh Siregar mengatakan perkara dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. 

"Masih kami lakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan-keterangan para saksi," kata Sepuh, Selasa (3/9/2024) siang.

Dia mengungkapkan saat ini pihaknya tengah melakukan pendalaman peristiwa ini dan menjadwalkan pemanggilan terlapor. "Sejauh ini pemeriksaan sudah dilakukan kepada pihak-pihak pelapor dan korban. Sudah diagendakan (pemeriksaan terlapor-red)," pungkas AKBP Sepuh Siregar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ustaz Ahmad Al Misri Bantah Tudingan Lecehkan Santri Sesama Jenis

Ustaz Ahmad Al Misri Bantah Tudingan Lecehkan Santri Sesama Jenis

NASIONAL
Ramadan, Santri di Subang Bertani dan Beternak demi Ketahanan Pangan

Ramadan, Santri di Subang Bertani dan Beternak demi Ketahanan Pangan

JAWA TIMUR
Santri Pondok Pesantren di Kendal Jago Rakit Pesawat Aeromodelling

Santri Pondok Pesantren di Kendal Jago Rakit Pesawat Aeromodelling

JAWA TENGAH
Lebak Siapkan Rp 1 Miliar untuk Program Santri Rakyat

Lebak Siapkan Rp 1 Miliar untuk Program Santri Rakyat

BANTEN
Dina Lorenza Nilai Pesantren Kunci Cetak Pemimpin Agamis

Dina Lorenza Nilai Pesantren Kunci Cetak Pemimpin Agamis

LIFESTYLE
Prabowo: Santri dan Ulama Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

Prabowo: Santri dan Ulama Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon