ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

3D Laser Scanner, Senjata Baru Polda Riau Ungkap Penyebab Kecelakaan

Jumat, 30 Mei 2025 | 11:38 WIB
ER
RA
Penulis: Effendi Rusli | Editor: RP
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mulai menerapkan teknologi canggih berbasis traffic accident analysis (TAA) guna mengungkap penyebab kecelakaan lalu lintas yang lebih akurat.
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mulai menerapkan teknologi canggih berbasis traffic accident analysis (TAA) guna mengungkap penyebab kecelakaan lalu lintas yang lebih akurat. (Beritasatu.com/Effendi Rusli)

Pekanbaru, Beritasatu.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau mulai menerapkan teknologi canggih berbasis traffic accident analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan lalu lintas secara presisi dan efisien dengan penggunaan perangkat 3D Laser Scanner Leica PS360.

Teknologi ini diterapkan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyusun gambaran utuh terkait kronologi insiden, kondisi teknis kendaraan, pola kecelakaan, serta infrastruktur jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufik Lukman Nur Hidayat, menjelaskan penerapan metode TAA tersebut mampu merekam dan menganalisis kejadian ketika sebelum, saat, hingga setelah kecelakaan lalu lintas.

ADVERTISEMENT

“Metode TAA ini menggunakan peralatan mutakhir berupa 3D laser scanner Leica PS360 yang mampu merekam dan menganalisis kejadian dari sebelum, saat, hingga setelah kecelakaan,” jelas Taufik, Jumat (30/5/2025).

Ia menambahkan, dengan penerapan teknologi TAA memungkinkan petugas bisa mengumpulkan data secara presisi dan menyusun gambaran utuh terkait penyebab kecelakaan.

“TAA juga mampu melakukan proses untuk merekonstruksi visualisasi terjadinya kecelakaan. Hasilnya disajikan dalam bentuk animasi 3D yang komprehensif dan mudah dipahami,” tambahnya.

Selain mempercepat proses analisis kecelakaan di lapangan, teknologi TAA juga memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan penyajian visual yang mempermudah evaluasi serta pembuktian hukum.

“Dengan TAA, kami tidak hanya mempercepat proses penyelidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan akurasi analisis. Ini sangat membantu dalam penegakan hukum yang objektif dan transparan,” tutur Taufik lagi.

Ia menilai,  metode TAA  dirasa efisien karena tidak membutuhkan banyak personel. Data point cloud yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk membuat sketsa digital, animasi fly-through, menganalisa geometri jalan dan kecepatan kendaraan, serta merekonstruksi kejadian dari berbagai sudut pandang untuk kebutuhan penyidikan maupun persidangan.

"Dengan penerapan metode ini, Ditlantas Polda Riau berharap proses penanganan kecelakaan lalu lintas bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan akurat serta mendukung sistem penegakan hukum yang berkeadilan," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon