Video Pendek Barbie Hsu yang Sakit Berat di Jepang Gegerkan Penggemar
Minggu, 9 Februari 2025 | 10:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video pendek yang memperlihatkan kondisi Barbie Hsu dalam keadaan sakit berat saat tiba di Jepang mengejutkan para penggemar.
Dikutip dari VN Express, Minggu (9/2/2025), dalam rekaman tersebut, Barbie Hsu terlihat pucat dan lelah, bahkan kepalanya tertunduk. Ia tampak bersandar pada suaminya, DJ Koo, sepanjang perjalanan.
Menurut laporan, video itu direkam oleh seorang sopir yang mengantar pasangan tersebut selama berada di Jepang. "Rekaman itu kemudian beredar luas di platform media sosial China, Xiaohongshu," tulis VN Express.
Sang sopir mengungkapkan bahwa selama perjalanan menuju hotel, kondisi fisik Hsu tampak memburuk—bibirnya pucat dan ia kesulitan duduk tegak.

Tak hanya video pendek Barbie Hsu yang saat ini beredar, publik juga sudah dikejutkan dengan bocornya rekaman medis yang mengungkap bahwa sebelum meninggal dunia pada 2 Februari 2025, Barbie Hsu sempat menolak perawatan serius di rumah sakit.
Barbie Hsu tiba di Jepang pada 29 Januari 2025 dan dinyatakan meninggal dunia empat hari kemudian pada usia 49 tahun akibat pneumonia yang dipicu oleh influenza.
Laporan medis yang bocor menunjukkan bahwa sebelum meninggal, pemeran Sanchai dalam Meteor Garden itu telah mengalami kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Saat pertama kali diperiksa di rumah sakit, kadar oksigen dalam darahnya turun hingga 89%. Dokter juga menemukan rales basah pada paru-parunya, tanda adanya kerusakan serius.
"Namun, alih-alih menjalani rawat inap, Barbie Hsu hanya diberikan obat penurun demam dan memilih kembali ke hotel untuk beristirahat," tulis VN Express.
Kesempatan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif datang pada 1 Februari 2025. Tim medis menyarankan agar ia segera dipindahkan ke Tokyo General Hospital, tetapi tawaran itu kembali ditolak karena ia dan keluarganya telah memesan tiket pesawat untuk kembali ke Taiwan.
Keputusan ini berujung tragis. Dalam perjalanan kembali ke hotel, Barbie Hsu mengalami henti napas dan dilarikan ke klinik terdekat. Hasil CT scan menunjukkan kedua paru-parunya telah mengalami white lung syndrome, indikasi pneumonia berat yang berbahaya.
Ambulans pun dipanggil untuk membawanya ke fasilitas medis lain, namun klinik tempat ia dirawat tidak memiliki peralatan memadai untuk menangani kondisinya. Barbie Hsu, yang video pendek kondisi terakhirnya di Jepang beredar baru-baru ini, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada 2 Februari 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




