ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

WHO: Butuh Rp 116 T untuk Pemulihan Infrastruktur Kesehatan di Gaza

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:00 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al Balah, Gaza.
Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al Balah, Gaza. (AP Photo/Abdel Kareem Hana/File)

Gaza, Beritasatu.com- Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan setidaknya dibutuhkan US$ 7 miliar atau sekitar Rp 116 triliun untuk bisa membangun kembali infrastruktur kesehatan Gaza yang rusak parah akibat serangan Israel di Gaza, Palestina.

“Membangun kembali sistem infrastruktur kesehatan di Jalur Gaza akan membutuhkan investasi besar melebihi US$ 7 miliar,” kata Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Dr Hanan Hassan Balkhy, dilansir dari Egypt Today, Sabtu (25/10/2025).

Dana tersebut mencakup kebutuhan akan respons kemanusiaan, pemulihan dini, dan kebutuhan jangka panjang lainnya, termasuk di dalamnya rehabilitasi semua fasilitas layanan kesehatan primer termasuk pusat imunisasi, klinik bersalin, apotek, dan layanan kesehatan mental yang merupakan tulang punggung kesehatan masyarakat di suatu negara.

ADVERTISEMENT

Dokter Balkhy menjelaskan, pembangunan kembali sistem kesehatan di Gaza harus dimulai dari rakyatnya, pelatihan tenaga  kesehatan profesional baru, membuka kembali perguruan tinggi kedokteran, dan mengizinkan warga Gaza yang terpaksa mengungsi untuk kembali ke rumah.

"Investasi ini penting bagi perdamaian dan stabilitas yang dapat dihadirkan oleh sektor kesehatan," tegas Dr Balkhy. 
 

Ia mendesak para donor untuk bergerak lebih dari sekadar memberikan bantuan kemanusian darurat, atau seruan-seruan dukungan yang sebetulnya sudah terprediksi.

“Rekonstruksinya harus menjadi proses membangun kembali dengan lebih baik. Sistem kesehatan masa depan di Gaza harus lebih adil, berkelanjutan, dan kuat daripada sebelum perang dengan memanfaatkan energi terbarukan, jaringan air bersih modern di klinik, dan sistem informasi kesehatan yang diperbarui untuk melacak wabah,” pungkasnya.  

Sebagai informasi, saat ini dari 176 pusat layanan kesehatan primer di Gaza, hanya sekitar sepertiganya yang masih berfungsi sebagian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon