Wisatawan Domestik Turun, Gubernur Bali Soroti Minimnya Armada Pesawat
Minggu, 28 Desember 2025 | 20:34 WIB
Badung, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi Bali mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik sepanjang 2025, terutama pada periode Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Gubernur Bali Wayan Koster menilai, Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan jumlah pesawat yang melayani rute menuju Bali. Sejumlah armada milik maskapai nasional harus menjalani perawatan rutin karena telah memasuki masa jatuh tempo.
Akibatnya, frekuensi penerbangan ke Bali berkurang meskipun tingkat keterisian kursi tetap tinggi.
Menurut Koster, Garuda Indonesia dan Citilink menjadi dua maskapai yang terdampak cukup signifikan. Sejumlah pesawat milik kedua maskapai tersebut tidak dapat dioperasikan sementara waktu sehingga mengurangi kapasitas penerbangan menuju Pulau Dewata.
“Jumlah penerbangan berkurang, tetapi kursinya selalu penuh. Ini menyebabkan calon penumpang kesulitan mendapatkan tiket ke Bali,” ujar Koster seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/12/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan dan rapat koordinasi Pemprov Bali bersama pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, Garuda Indonesia yang sebelumnya mengoperasikan 11 pesawat kini hanya mengandalkan sembilan armada. Sementara itu, Citilink mengalami penurunan lebih besar, dari 11 pesawat menjadi enam armada aktif karena hampir separuh pesawatnya menjalani perawatan.
Selain faktor transportasi udara, Koster menilai terjadi pergeseran preferensi wisatawan domestik yang mulai memilih destinasi di Pulau Jawa. Infrastruktur jalan tol yang semakin memadai dinilai memudahkan wisatawan melakukan perjalanan darat.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali sejak Januari hingga 26 Desember 2025 tercatat sekitar 9,2 juta orang. Angka tersebut menurun dibandingkan total kunjungan pada 2024 yang mencapai 10,1 juta wisatawan.
Koster memperkirakan hingga akhir 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik akan berada di kisaran 9,4 juta, atau turun sekitar 600.000–700.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode Posko Nataru yang dimulai sejak 15 Desember, pergerakan wisatawan domestik tercatat sebanyak 327.394 penumpang, dengan jumlah kedatangan mencapai 176.510 kunjungan.
Di sisi lain, Bali tetap mencatat kinerja positif dari sektor wisata mancanegara. Hingga 26 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,9 juta orang dan diproyeksikan menembus 7,05 juta kunjungan hingga akhir tahun.
Tambahan sekitar 700.000 wisatawan mancanegara tersebut diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pendukung pariwisata, mulai dari belanja, tingkat hunian hotel, hingga lama tinggal wisatawan.
“Kalau ada anggapan Bali sepi, data menunjukkan sebaliknya. Aktivitas pariwisata tetap ramai dan berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah,” kata Koster.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




