ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Optimisme Pariwisata 2026, Wisman Pertama Tiba di Bandara Soetta

Kamis, 1 Januari 2026 | 22:56 WIB
CF
JS
Penulis: Chairul Fikri | Editor: JJS
Ilustrasi wisatawan mancanegara.
Ilustrasi wisatawan mancanegara. (Antara/Fikri Yusuf)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pertama yang tiba di Indonesia pada tahun 2026. Penyambutan ini menjadi simbol optimisme kebangkitan sektor pariwisata nasional di awal tahun.

Wisatawan mancanegara tersebut tiba dengan menggunakan maskapai All Nippon Airways (ANA) dengan nomor penerbangan NH835 yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada pukul 00.15 dini hari, Kamis (1/1/2026).

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, penyambutan wisatawan mancanegara pertama merupakan tradisi tahunan yang sarat makna optimisme.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah tradisi yang setiap tahun kita lakukan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada tahun 2026 akan terjadi pergerakan pariwisata yang semakin positif,” ujar Wakil Menteri Ni Luh kepada wartawan.

Ia berharap, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan nusantara terus mengalami peningkatan sepanjang 2026.

Ni Luh menjelaskan, sepanjang 2025 sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat, dengan peningkatan jumlah wisatawan di atas 10 persen dibandingkan 2024.

“Ini menunjukkan kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat. Kondisi ini harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Hingga Oktober 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara telah mencapai 12 juta orang, sementara pergerakan wisatawan nusantara tercatat sekitar 900 juta perjalanan.

Melihat tren positif tersebut, Kemenpar menargetkan pada tahun 2026 sebanyak 16 juta hingga 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, dan 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara.

Ni Luh menegaskan, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program strategis yang menitikberatkan pada quality and sustainability tourism.

“Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Experience-based tourism akan menjadi kunci,” tutupnya.

Pemerintah ingin memastikan wisatawan memperoleh kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik, Devisa Pariwisata Tembus Rp 68 T

Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik, Devisa Pariwisata Tembus Rp 68 T

LIFESTYLE
Bakom RI: Devisa Pariwisata Naik 6,3 Persen pada Triwulan I 2026

Bakom RI: Devisa Pariwisata Naik 6,3 Persen pada Triwulan I 2026

EKONOMI
Ini Kota-kota Favorit Tujuan Wisatawan Asing di Indonesia

Ini Kota-kota Favorit Tujuan Wisatawan Asing di Indonesia

LIFESTYLE
Rupiah Melemah Rp 18.000 Dorong Wisman tetapi Bebani Operasional Hotel

Rupiah Melemah Rp 18.000 Dorong Wisman tetapi Bebani Operasional Hotel

EKONOMI
Dolar AS Menguat, Turis Asing Ramai Perpanjang Durasi Liburan di Bali

Dolar AS Menguat, Turis Asing Ramai Perpanjang Durasi Liburan di Bali

BALI
Wisman ke RI Tembus 1,25 Juta pada April, Malaysia Penyumbang Terbesar

Wisman ke RI Tembus 1,25 Juta pada April, Malaysia Penyumbang Terbesar

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon