ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bencana Sumatera, Pasha Ungu Minta Bantuan Tidak Berhenti

Jumat, 6 Februari 2026 | 02:00 WIB
CF
JS
Penulis: Chairul Fikri | Editor: JJS
Pasha Ungu.
Pasha Ungu. (Instagram.com/@pashaungu_vm)

Jakarta, Beritasatu.com – Bencana banjir dan tanah longsor melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir 2025 berpotensi memicu munculnya 147.000 keluarga miskin baru.

Kondisi ini mendorong selebritas sekaligus anggota DPR  Sigit Purnomo Said atau Pasha "Ungu" meminta pemerintah tidak menghentikan bantuan hanya pada tahap darurat.

Pasha "Ungu" menilai, dampak bencana tersebut jauh melampaui kerusakan fisik bangunan. Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan sumber penghasilan, sehingga membutuhkan pemulihan ekonomi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, negara harus hadir secara berkelanjutan dalam proses pemulihan pascabencana agar masyarakat terdampak dapat kembali mandiri secara ekonomi.

“Bencana yang terjadi di Sumatera bukan cuma soal rumah rusak. Banyak warga kehilangan penghasilan dan risiko kemiskinan pun meningkat. Negara tidak boleh berhenti di bantuan darurat saja,” ujar Pasha "Ungu" dikutip dari akun Instagram miliknya, Kamis (5/2/2026).

Sebagai anggota DPR, Pasha "Ungu" menekankan, pentingnya bantuan lanjutan berupa pembangunan kembali rumah warga, pemulihan mata pencaharian, hingga penataan ulang kehidupan sosial ekonomi masyarakat terdampak.

“Korban bencana membutuhkan pemulihan jangka panjang, mulai dari pembangunan rumah, pengembalian mata pencaharian, hingga kehidupan yang bisa ditata ulang,” lanjutnya.

Pasha "Ungu" menilai bencana di tiga provinsi tersebut telah memutus aktivitas ekonomi ribuan keluarga, sehingga pemerintah pusat perlu berperan aktif dalam proses rehabilitasi sosial dan ekonomi.

Ia berharap kebijakan penanganan bencana ke depan lebih berpihak pada rakyat, sehingga warga terdampak di Sumatera dapat bangkit, mandiri, dan hidup lebih layak pascabencana.

“Yang direhabilitasi bukan hanya rumahnya, tetapi juga pekerjaannya dan aktivitas kehidupannya. Pemerintah harus membantu secara masif dengan pendataan yang baik agar mereka tidak menjadi beban daerah dan bisa kembali bekerja,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Targetkan 8.034 IKM Terdampak Bencana Sumatera Pulih

Kemenperin Targetkan 8.034 IKM Terdampak Bencana Sumatera Pulih

EKONOMI
6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

NASIONAL
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Pemerintah Anggarkan Rp 100,16 T untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

Pemerintah Anggarkan Rp 100,16 T untuk Pemulihan Pascabencana Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon