Pemprov DKI Imbau Pejabat Eselon IV Cicil Motor Listrik
Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau para pejabat eselon IV untuk mulai beralih ke kendaraan listrik. Apalagi sudah ada uang transportasi dalam komponen gaji yang bisa digunakan untuk mencicil motor listrik.
"Mereka kan sudah ada uang transpor, dibeliin, cicil dong motor listrik," kata Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2023).
Heru menambahkan, beralih ke kendaraan listrik merupakan langkah baik untuk membantu mengurangi polusi udara di Jakarta. Ia juga berharap langkah itu tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga masyarakat umum.
Pemprov DKI Jakarta juga telah melakukan berbagai upaya untuk menangani polusi udara, antara lain kebijakan 50% work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov hingga 21 Oktober 2023, melakukan kegiatan menanam pohon di seluruh wilayah di Jakarta, penerapan hari rabu tanpa kendaraan, hingga melakukan uji coba emisi kendaraan motor dan mobil sebelum memasuki lingkungan Pemprov DKI dan DPRD DKI.
Berdasarkan parameter kualitas udara IQAir, sudah sebulan ini Jakarta ditetapkan sebagai kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia dengan indeks polusi udara mencapai 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terdapat lima penyakit pernapasan kronis yang bisa timbul akibat polusi udara di Jakarta, yakni tuberkulosis, kanker paru-paru, asma, pneumonia, dan penyakit paru obstruksi kronik (PPOK). Peningkatan penyakit tersebut saat ini bahkan lebih tinggi empat kali lipat dibandingkan saat pandemi Covid-19.
"Khusunya di Jakarta, kita lihat sebelum Covid-19 itu ada 50.000-an yang terkena penyakit pernapasan, sekarang sudah naik ke 200.000 orang," kata Menkes Budi, di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Kamis (24/8/2023).
Karenanya, menkes mengingatkan sektor yang ada di hulu agar terus berupaya mengurangi tekanan emisi.
"Ada akibatnya dari polusi udara ini, hanya saja kita di kesehatan bergeraknya di sisi hilir, bukan di hulu. Kita menangani akibatnya, bukan menangani sebabnya. Jadi posisi saya mendorong agar sektor-sektor di hulu yaitu sektor energi, transportasi, sektor lingkungan hidup, supaya bisa mengurangi tekanan emisinya," kata menkes.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




