Harga Kedelai Naik, Penjual Tempe di Tangerang Alami Penurunan Omzet
Kamis, 24 Februari 2022 | 17:09 WIB
Tangerang, Beritasatu.com – Para penjual tempe dan tahu di Tangerang mengeluhkan penurunan omzet penjualan hingga 15%. Hal itu lantaran harga yang ditetapkan perajin naik Rp 500-Rp 1.000 per lonjor tempe. Perajin terpaksa menaikkan harga lantaran harga kedelai juga melambung. Hal itu diungkapkan Mang Jawir saat ditemui Beritasatu.com di Pasar Sipon, Cipondoh, Tangerang, Kamis (24/2/2022).
"Gara-gara harga yang ditetapkan perajin naik, mau tidak mau kita juga naikin harga tempe dan tahu ke konsumen. Karena kata perajinnya mogok tiga hari yang mereka lakukan tidak berpengaruh apa-apa terhadap harga kedelai yang jadi bahan baku tempe dan tahunya," ungkap Jawir.
Ditambahkan, dari beberapa pedagang yang berjualan di pasar tersebut, masih ada beberapa pedagang yang memilih tutup lapak dagangannya atau berganti menjual komoditas lain selain tahu dan tempe karena sepinya peminat.
Baca Juga: Perajin Tempe dan Tahu di Tangerang Mulai Kembali Berproduksi
"Banyak yang masih tutup dan ada sebagian pedagang yang dulu jualan tahu tempe sekarang tidak jual lagi, tetapi komoditas lain, karena harga tempe dan tahu masih tinggi yang dampaknya membuat konsumen jarang beli tempe dan tahu. Harga tempe naik Rp 1.000, dari biasanya Rp 5.000, sekarang Rp 6.000," lanjutnya.
Senada dengan Jawir, Ujang yang merupakan pedagang gorengan menyatakan, untuk sementara lapak dagangannya mengurangi dahulu menjual tempe goreng dan tahu goreng imbas mahalnya harga tempe dan tahu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




