ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bupati Bogor Pilih Bangun Jalur Puncak 2 daripada Kereta Gantung

Jumat, 25 Maret 2022 | 15:03 WIB
VS
CP
Penulis: Vento Saudale | Editor: PAAT
Ilustrasi jalur Puncak, Kabupaten Bogor.
Ilustrasi jalur Puncak, Kabupaten Bogor. (Antara)

Bogor, Beritasatu.com - Bupati Bogor Ade Yasin memilih membangun Jalur Puncak 2 yang menghubungkan Sentul, Bogor, dan Cianjur daripada kereta automated guideway transit (AGT) dan cable car atau kereta gantung. Menurut Ade, anggaran sekitar Rp 7 triliun untuk AGT dan kereta gantung terlalu besar dan tidak sebanding dengan asat manfaat, karena belum tentu dapat mengurai kemacetan di kawasan Puncak.

"Kemahalan kalau menurut saya, lebih baik Jalur Puncak 2 saja diselesaikan, tidak sampai Rp 7 triliun, Rp 1 triliun juga kurang," kata Ade, Jumat (25/3/2022).

Menurut Ade, kereta gantung hanya untuk kepentingan wisata bukan dalam rangka kebutuhan masyarakat yang menuju Cianjur maupun Bandung. Sementara Jalur Puncak 2, digadang-gadang menjadi alternatif dalam mengurai kemacetan di Puncak.

Baca Juga: Puncak Macet 12 Jam, Bupati Bogor Minta Pemerintah Pusat Bangun Jalur Baru

ADVERTISEMENT

Jalur Puncak 2 juga dapat meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Timur Kabupaten Bogor dan Cianjur. Bupati Bogor mengaku kerap membahas Jalur Puncak 2 bersama Bupati Cianjur Herman Suherman dan didukung oleh Anggota Komisi V DPR Mulyadi.

"Puncak 2, tanahnya sudah siap dan tinggal dibangun, tidak ada alasan lagi dan daerah Bogor Timur, seperti Sukamakmur, Jonggol dan lain-lain akan terangkat perekonomiannya," kata Ade.

Diketahui, kajian awal menyangkut kemungkinan pembangunan kereta gantung untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak sebenarnya pernah dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan pada 2021.

Baca Juga: Kadis Pariwisata Bogor: Pariwisata Puncak Terganggu dengan Kehadiran Imigran

Tidak semata hanya mengenai kereta gantung, melainkan kajian secara komprehensif tentang bagaimana bentuk transportasi massal berbasis rel yang paling memungkinkan diterapkan di Puncak.

Direktur Prasarana BPTJ Jumardi menyebutkan pembangunan moda berbasis rel di Puncak bertujuan mengurangi beban kemacetan lalu lintas berbasis jalan. Tentu, kata Jumardi, pembangunan harus mempertimbangkan fungsi yang maksimal sebagai angkutan umum massal.

"Selain itu, tentu harus mempertimbangkan karakteristik demand serta faktor teknis yang paling memungkinkan, sehingga akan menarik perhatian investor untuk mendanai," kata Jumardi, Sabtu (19/3/2022).



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pesta Rakyat di Stadion Pakansari, Lebaran Seru Warga Kabupaten Bogor

Pesta Rakyat di Stadion Pakansari, Lebaran Seru Warga Kabupaten Bogor

NUSANTARA
Malam Takbiran di Pakansari, Rudy Susmanto Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Lebaran Tanpa Kemewahan, Utamakan Kebersamaan

Malam Takbiran di Pakansari, Rudy Susmanto Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: Lebaran Tanpa Kemewahan, Utamakan Kebersamaan

NUSANTARA
Festival Bedug di Pakansari Meriahkan Malam Takbiran, Warga Antusias

Festival Bedug di Pakansari Meriahkan Malam Takbiran, Warga Antusias

NUSANTARA
Ribuan Warga Ramaikan Malam Takbiran di Pakansari dengan Pawai Obor

Ribuan Warga Ramaikan Malam Takbiran di Pakansari dengan Pawai Obor

NUSANTARA
Rudy Susmanto Gandeng KPK Dampingi Pemkab Bogor Jalankan Program Strategis Daerah

Rudy Susmanto Gandeng KPK Dampingi Pemkab Bogor Jalankan Program Strategis Daerah

NASIONAL
30 Peserta Pesta Gay Reaktif HIV, Bupati Bogor Minta Aparat Waspada

30 Peserta Pesta Gay Reaktif HIV, Bupati Bogor Minta Aparat Waspada

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon