Setara: Singkawang Kota Paling Toleran, Depok Paling Bontot
Kamis, 31 Maret 2022 | 03:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, meraih penghargaan sebagai kota paling toleran 2021 berdasarkan penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) oleh Setara Institute. Penilaian dilakukan terhadap 94 dari total 98 kota di Indonesia.Urutn paling akhir adalah Kota Depok, Jabar.
Pengumuman IKT disampaikan Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani di Ballroom Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (30/3/2022).
Berdasarkan penilaian Setara Institute, salah satu alasan Kota Singkawang berhasil menjadi kota paling toleran dengan skor IKT 6,483 adalah karena adanya terobosan kebijakan Peraturan Wali Kota Singkawang Nomor 129 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Toleransi Masyarakat.
Baca Juga: Setara Institute: Pemerintah Selesaikan Kasus Intoleransi Setelah Viral
Aturan itu menjadi pedoman bagi Singkawang dalam mengawasi, mencegah, dan menindak setiap tindakan intoleransi yang dapat mengganggu ketentraman serta ketertiban umum warga setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Setara Institute yang telah menyelenggarakan acara ini di mana para kepala daerah tentu harus menjaga keharmonisan di dalam masyarakatnya," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat menyampaikan pidato singkat atas penghargaan yang diterima.
Berikut ini 10 Kota dengan Indeks Kota Toleran Tertinggi 2021:
1. Singkawang, Kalbar (6,483)
2. Manado, Sulut (6,400)
3. Salatiga, Jateng (6,367)
4. Kupang, NTT (6,337)
5. Tomohon, Sulut (6,133)
6. Magelang, Jateng (6,020)
7. Ambon, Maluku (5,900)
8. Bekasi, Jabar (5,830)
9. Surakarta, Jateng (5,783)
10.Kediri, Jatim (5,733)
Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani dalam sambutannya menjelaskan laporan indeks kota toleran tahun 2021 merupakan laporan kelima yang telah diterbitkan oleh pihaknya sejak 2015, 2017, 2018, dan 2020.
Baca Juga: Survei: Toleransi di Indonesia Saat Ini dalam Situasi Baik
Penilaian IKT 2021, kata Ismail, menetapkan empat variabel dengan delapan indikator sebagai alat ukur di antaranya adalah variabel regulasi pemerintah kota dengan dua indikator, yaitu rencana pembangunan dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan produk hukum pendukung lainnya serta kebijakan diskriminatif.
Kedua, variabel tindakan pemerintah dengan dua indikator, yakni pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan tindakan nyata terkait dengan peristiwa.
Ketiga, variabel regulasi sosial dengan dua indikator, yaitu peristiwa intoleransi dan dinamika masyarakat sipil terkait dengan peristiwa intoleransi.
"Variabel keempat adalah demografi agama dengan dua indikator, yaitu heterogenitas keagamaan penduduk dan inklusi sosial keagamaan," kata Ismail Hasani.
Baca Juga: Setara Institute: Jabar Masih Posisi Pertama Pelanggaran Kebebasan Beragama
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri RI Suhajar Diantoro mengapresiasi Setara Institute yang menggelar penilaian IKT.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memicu kelahiran banyak kota toleran di Indonesia.
"Pemerintah juga mengapresiasi Setara Institute yang melalui penilaian indeks kota toleran telah membantu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, seperti melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," ujar Suhajar.
Adapun 10 Kota dengan Indeks Kota Toleran Terendah 2021 adalah:
85. Makassar, Sulsel (4,517)
86. Pekanbaru, Riau (4,497)
87. Padang, Sumbar (4,460)
88. Padang Panjang, Sumbar (4,440)
89. Sabang, Aceh (4,378)
90. Langsa, Aceh (4,368)
91. Pariaman, Sumbar (4,235)
92. Cilegon, Banten (4,087)
93. Banda Aceh, Aceh (4043)
94. Depok, Jabar (3,577)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




