ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

MRT Siapkan Hunian Terjangkau bagi yang Bergaji Rp 7 Juta

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:07 WIB
TD
BW
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: BW
Pengendara mobil dan motor nampak melintas di depan Jalan MH. Thamrin yang d ijalur tengahnya sedang berlangsung pembangunan Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022. Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara—selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit. Jarak antarstasiun sekitar 0,6—1 kilometer dengan sistem persinyalan Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC) dan sistem operasi otomatis tingkat 2.
Pengendara mobil dan motor nampak melintas di depan Jalan MH. Thamrin yang d ijalur tengahnya sedang berlangsung pembangunan Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022. Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara—selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit. Jarak antarstasiun sekitar 0,6—1 kilometer dengan sistem persinyalan Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC) dan sistem operasi otomatis tingkat 2. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - PT MRT Jakarta mengembangkan enam kawasan transit oriented development (TOD) di Jakarta di sekitar lintasan MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI. MRT akan menyiapkan hunian terjangkau bagi masyarakat yang bergaji Rp 7 Juta.

"Kenapa TOD dikembangkan? Supaya bernilai tambah dan menitikberatkan pada integrasi antara jaringan angkutan umum massal," terang Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam diskusi Forum Pemimpin Redaksi bersama PT MRT Jakarta di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Akhir Tahun, Penumpang MRT Diharapkan Capai 80.000 Per Hari

Adapun keenam kawasan TOD yang dikembangkan itu, yakni Poros Monumental Jakarta di wilayah Bundara HI, Kolaborasi Gerak di Dukuh Atas, Gerbang Suar Jakarta di Lebak Bulus, Kolase Aktivitas di Pusat Jakarta di kawasan Istora Senayan, Ruang Atas Dinamis di Fatmawati, dan Green Creative Hub di Blok M.

ADVERTISEMENT

"Dalam TOD itu harus campur, ada hunian, ada perkantoran, ada kegiatan masyarakat. Kepadatannya juga tinggi karena nilai lahan tinggi dan aktivitas orang ada di situ. Orang tidak menggunakan kendaraan pribadi," ungkap William.

Baca Juga: Proyek MRT Cikarang-Balaraja dan Fatmawati-TMII Butuh Rp 188 Triliun

Menurut dia, tugas PT MRT Jakarta sebagai pengelola TOD nantinya adalah memastikan bahwa semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki akses tinggal di TOD.

"Kita mencoba membangun hunian yang bisa dijangkau oleh masyarakat yang baru kerja, berpendapatan Rp 7 juta," sebut William.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MRT Timur-Barat Bakal Beroperasi pada 2030

MRT Timur-Barat Bakal Beroperasi pada 2030

JAKARTA
Waste Station di Jantung Transportasi Publik Jakarta

Waste Station di Jantung Transportasi Publik Jakarta

MULTIMEDIA
10 Negara dengan Transportasi Publik Ternyaman, Indonesia Termasuk?

10 Negara dengan Transportasi Publik Ternyaman, Indonesia Termasuk?

INTERNASIONAL
MRT Jakarta Beri Tarif Khusus Rp 243 pada Hari Ini

MRT Jakarta Beri Tarif Khusus Rp 243 pada Hari Ini

JAKARTA
MoU Diteken, MRT Rute Kembangan-Balaraja Mulai Dikaji

MoU Diteken, MRT Rute Kembangan-Balaraja Mulai Dikaji

JAKARTA
MRT, LRT, dan Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 02.00 WIB Malam Ini

MRT, LRT, dan Transjakarta Beroperasi hingga Pukul 02.00 WIB Malam Ini

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon