Geledah Kantor BPN Jakarta Selatan, Polisi Temukan Kejanggalan
Kamis, 14 Juli 2022 | 17:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya menemukan sejumlah kejanggalan terkait praktik mafia tanah saat menggeledah kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Selatan. Salah satu kejanggalan itu yakni, banyaknya sertifikat tanah yang belum diserahkan pihak BPN Jakarta Selatan.
"Hari ini kami melakukan penggeledahan ternyata kami temukan sertifikat-sertifikat yang seharusnya sudah diserahkan dari tiga tahun lalu, tetapi ternyata belum diserahkan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Kamis, (14/7/2022).
Baca Juga: Kasus Mafia Tanah, Polisi Geledah Kantor BPN Jaksel
Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu mengatakan, ada pergeseran modus kejahatan yang dilakukan pelaku. Biasanya kasus mafia tanah terjadi dalam proses peralihan sertifikat.
"Dari sisi pelaku ini ada fenomena yang baru. Selama ini mafia tanah yang sering disampaikan adalah pada saat proses pengembalian hak. Tetapi yang saat ini pada proses penerbitan. Jadi artinya itu melibatkan beberapa instansi bahkan oknum BPN sendiri," katanya.
Baca Juga: Polisi: Oknum Pejabat BPN Jadi Aktor Intelektual Mafia Tanah
Hengki mengatakan, kasus mafia tanah bisa menyasar masyarakat dari lintas kalangan. Dikatakan, banyak warga yang belum sadar kalau sudah jadi korban mafia tanah. Untuk itu, Hengki memastikan penyelidikan kasus mafia tanah bakal terus digencarkan. Secara tegas, Hengki menyatakan akan menangkap semua pelaku yang terlibat dalam sindikat mafia tanah.
"Ada salah satu modusnya seharusnya sertifikat bisa jadi tetapi ini tidak jadi-jadi dan ternyata justru diubah datanya. Diganti identitasnya, data yuridisnya menjadi milik orang lain dan luasannya lebih besar dan merebut tanah yang bukan haknya. Jadi sekali lagi bersama dengan kementerian ATR/BPN kita akan sikat semua mafia tanah siapa pun itu. Yang ada di belakangnya kita tidak peduli," kata dia lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




