Penjabat Gubernur DKI Harus Mampu Jaga Stabilitas Sospol
Kamis, 1 September 2022 | 23:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - DKI Jakarta merupakan barometer perpolitikan nasional dan memiliki permasalahan yang kompleks. Oleh karena itu, penjabat gubernur DKI Jakarta mendatang harus sosok yang mampu menjaga stabilitas sosial dan politik (sospol).
Dengan permasalahan yang kompleks itu, terutama di bidang sospol, maka sosok penjabat gubernur DKI menjadi menarik untuk dibahas. Hal yang kerap dibicarakan publik adalah kriteria tokoh yang akan menggantikan Anies Baswedan, yang masa jabatannya akan berakhir pada Oktober 2022.
"Kenapa menarik dibahas? Karena, kompleksitas permasalahan di DKI sangat tinggi sebagai barometer politik, sosial, masyarakat yang multikultur dan dinamika persoalan lainnya," ujar Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Ersento M Sitorus di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
Baca Juga: Mendagri Segara Bahas Penjabat Pengganti Anies Baswedan
Dikatakan, dengan kondisi seperti itu, maka pemerintah pusat harus hati-hati dalam menempatkan seorang penjabat gubernur. Tokoh yang ditunjuk harus tepat dan memiliki pengalaman matang dalam mengelola birokrasi dan yang paling penting adalah orang yang netral.
Menurut Fernando, DKI Jakarta memiliki penduduk yang multikultur, sehingga kehidupan sosial masyarakatnya penuh dinamika. Jika sosok penjabat gubernur DKI Jakarta yang mampu menjaga stabilitas sospol, maka roda pemerintahan dan pelayanan akan tetap berjalan dengan baik.
Fernando pun menyebut Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar, sebagai salah satu sosok yang memiliki kemampuan tersebut. Dia yakin, Bahtiar mampu mengendalikan stabilitas sospol di DKI Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




