Kasus Teddy Minahasa, Survei: Publik Endus Persaingan Tak Sehat di Polri
Minggu, 27 November 2022 | 14:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indikator Politik Indonesia dalam surveinya menemukan pandangan masyarakat soal adanya persaingan tidak sehat di internal Polri usai terbongkarnya kasus peredaran narkoba yang diduga melibatkan Irjen Teddy Minahasa. Banyak publik yang menyetujui akan adanya persaingan tidak sehat dimaksud.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat menyampaikan hasil surveinya bertajuk Kinerja Lembaga Penegak Hukum di Mata Publik dan Penanganan Kasus-Kasus Besar. Hasil survei disampaikan secara daring, Minggu (27/11/2022).
Mulanya, para responden dalam survei ditanya tahu atau pernah mendengar soal penangkapan Teddy Minahasa terkait kasus peredaran narkoba. Ada 39% responden yang tahu, sementara 61% lainnya tidak mengetahui.
Para responden yang tahu kemudian ditanya soal pendapat bahwa terbongkarnya kasus Teddy Minahasa memperlihatkan adanya persaingan antarkubu di internal Polri yang tidak sehat. Mereka ditanya soal seberapa setuju dengan pendapat itu. Disebutkan, 6,1% responden sangat setuju dan 52,7% responden setuju atas pendapat tersebut.
"Publik juga mengakui aroma persaingan tidak sehat," tutur Burhanuddin saat menyampaikan paparannya.
Sementara itu, ada 21,3% responden yang kurang setuju dan 6,9% responden yang tidak setuju sama sekali dengan pendapat tersebut. Adapun 13% responden lebih memilih merespons tidak tahu atau tidak menjawab.
Survei nasional ini berlangsung pada 30 Oktober sampai dengan 5 November 2022. Populasi survei yakni warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yaitu berumur 17 tahun atau lebih, atau telah menikah saat survei berlangsung.
Penarikan sampel memakai metode multistage random sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.220 orang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dengan asumsi metode simple random sampling. Margin of error survei ini sekitar plus minus 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.
Responden terpilih pada survei ini diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




