ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Evakuasi Korban Longsor di Natuna, Polri Kerahkan 145 Personel

Selasa, 7 Maret 2023 | 18:59 WIB
SW
SL
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: LES
Tim SAR gabungan masih mencari 42 korban longsor Natuna yang masih hilang pada Selasa, 7 Maret 2023.
Tim SAR gabungan masih mencari 42 korban longsor Natuna yang masih hilang pada Selasa, 7 Maret 2023. (Dokumentasi BNPB/Dokumentasi BNPB)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 145 personel Polri dikerahkan untuk mengevakuasi korban longsor di Natuna, tepatnya di Serasan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (6/3/2023).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, selain Polri, personel dari TNI, Basarnas, BPBD, pemadan kebakaran, hingga Satpol PP turut dikerahkan untuk evakuasi korban longsor Natuna, di sekitar lokasi bencana.

"Tim gabungan pelaksanaan evakuasi pencarian korban terdiri dari anggota Polri sebanyak 145 anggota, kodim, kemudian juga ada dari Basarnas 37 personil dari BPDB, sebanyak 15 personel, kemudian petugas Damkar 17 personel, kemudian komposit Gardapati sebanyak 25 personil, kemudian dari ada juga dari Satpol PP, dan dokter serta perawat," kata Ramadhan kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2023).

ADVERTISEMENT

Dikatakan Ramadhan, Polri dengan instansi terkait turut melakukan evakuasi dengan menggunakan alat berat, K-9 atau anjing pelacak turut dikerahkan.

"Untuk K-9 atau unit K-9 anjing pelacak masih dilakukan konsolidasi dengan Polda Kepri dan Polres Natuna yang tujuannya adalah untuk membantu pencarian korban," ucapnya.

Di sisi lain Ramadhan juga mengungkapkan bahwa pihaknya membuka dapur umum untuk para korban selamat yang ditempatkan di pos lintas batas negara (PLBN).

"Juga kita menurunkan Tim trauma healing ya dari Polres dan juga nanti akan menyusul Tim trauma healing dari SDM Polda Kepri," imbuhnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan pencarian korban longsor Natuna di Serasan (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih mencari 42 korban longsor yang masih hilang pada Selasa (7/3/2023). Tim telah menemukan 8 korban hilang dengan kondisi 4 orang mengalami luka berat dan 4 orang lainnya dalam keadaan kritis.

"Korban kritis sudah diterbangkan ke Pontianak tadi pagi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Selasa (7/3/2023).

Abdul Muhari juga menginformasikan jumlah jasad korban meninggal dunia yang ditemukan berjumlah 10 orang, 6 orang di antaranya sudah diidentifikasi identitasnya, sedangkan 4 orang masih dalam proses identifikasi. "Tadi malam infomasi yang didapat dari masyarakat ada 15 orang korban jiwa, tapi setelah tim gabungan sampai di lokasi, jasa yang ditemukan 10 orang," kata Abdul Muhari.

Abdul Muhari mengungkapkan, pencarian korban hilang difokuskan di satu lokasi daerah yang terdampak longsor. Lokasi daerah terdampak ini situasi geografisnya berada di sepanjang jalan. "Jadi ada jalan menyusuri bibir bukit, di sepanjang kiri kanan jalan ada perumahan yang jumlahnya da sekitar 30 unit yang timbun longsor yang juga memutus jalan itu," kata Abdul Muhari.

Seperti diberitakan, pada Senin (6/3/2023) siang terjadi longsor besar yang menimbun satu kampung di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan akibat longsoran Gunung Jemenang. Longsor juga tidak hanya terjadi di daerah itu, juga terjadi di Desa Jermalik dan Desa Air Nusa, Kecamatan Serasan Timur. Tidak ada laporan korban jiwa di Serasan Timur, tetapi warga sekitar juga mengungsi ke balai desa setempat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon