Polri Nilai Andi Pangerang Tak Sungguh-sungguh Akan Bunuh Warga Muhammadiyah
Senin, 1 Mei 2023 | 13:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri menilai peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin tidak sungguh-sungguh akan membunuh warga Muhammadiyah. Lontaran ancaman dari Andi itu murni karena faktor emosi.
"Ada kemungkinan yang bersangkutan melakukan untuk mewujudkan kata-katanya untuk membunuh, saya rasa tidak," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (1/5/2023).
Andi Pangerang dalam pengakuannya menyampaikan bahwa ancaman dia lontarkan karena lelah mengikuti diskusi di media sosial mengenai beda waktu Idulfitri. Faktor kelelahan tersebut pada akhirnya memicu emosi.
Di lain sisi, Adi Vivid mengungkapkan soal latar belakang Andi Pangerang yang hanya seorang peneliti. Latar belakangnya itu membuat Polri menilai Andi tidak berniat mewujudkan ancamannya itu.
"Yang bersangkutan latar belakangnya adalah keilmuan, dan yang saya sampaikan di awal dia lelah capek karena perdebatan, sehingga mengeluarkan kata-kata tidak pantas," tutur Adi.
Diketahui, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber menangkap peneliti BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin. Ia ditangkap imbas ancamannya terhadap warga Muhammadiyah.
Andi Pangerang Hasanuddin diduga sudah terlampau lelah ketika berdiskusi mengenai beda waktu Idulfitri. Faktor kelelahan tersebut pada akhirnya memicu Andi Pangerang melontarkan ancaman terhadap warga Muhammadiyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




