ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

MUI Arusutamakan Keberagaman untuk Dunia diKonferensi Internasional Agama, Perdamaian, dan Peradaban

Senin, 22 Mei 2023 | 07:40 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang agama, perdamaian, dan peradaban di Hotel Sultan, Jakarta, 21-23 Mei 2023.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang agama, perdamaian, dan peradaban di Hotel Sultan, Jakarta, 21-23 Mei 2023. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang agama, perdamaian, dan peradaban di Hotel Sultan, Jakarta, 21-23 Mei 2023.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kontribusi MUI untuk mengarusutamakan keberagamaan yang berkontribusi bagi perdamaian dan peradaban.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud berbagi tentang kehidupan bangsa indonesia yang tetap hidup berdampingan dengan damai meskipun terdiri dari keberagaman suku, ras, dan agama.

"Dalam forum ini kami akan berbagi pengalaman hidup bersama di antara orang-orang yang berbeda agama di Indonesia yang bersumber dari semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika," kata dia saat membuka secara resmi Konferensi di Jakarta, Minggu (21/5/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, Indonesia adalah negara multiras, multietnis, dan multikultural di dunia. Indonesia adalah negara yang begitu besar dan berwarna dalam kehidupan bermasyarakat, tentu tidak mudah untuk menjadikan Indonesia aman, nyaman, harmonis, dan saling menghargai.

Namun, Kiai Marsudi juga menuturkan, dengan bersandar pada semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, maka Indonesia dapat bertahan hingga saat ini dengan aman dan damai.

"Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika kita dapat mempersatukan lebih dari 700 bahasa daerah menjadi satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat mempersatukan 1.340 suku bangsa menjadi satu bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat menyatukan 16.771 pulau di Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata dia.

Dia menyebutkan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika, lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu) dapat mempersatukan pemeluk berbagai agama di Indonesia yang terdiri dari Islam 86,70%, Kristen 10,72%, Protestan 7,60%, Katolik 3,12%, Hindu 1,74%, Budha 0,77%, Khonghucu 0,03%, dan lainnya 0,04%.

"Dan nilai Bhinneka Tunggal Ika bisa menyatukan ke-4 negara terpadat di dunia dengan jumlah penduduk 270.203.917 pada 2020, dan negara paling Muslim di dunia, dengan lebih dari 230 juta penganut," kata dia.

Kiai Marsudi memaparkan tujuan dan harapan pelaksanaan konferensi internasional ini. Pertama, untuk mengkaji dan berbagi ajaran nilai-nilai agama yang dianut Indonesia untuk hidup bersama dengan damai sebagai satu bangsa.

Kedua, saling menjaga dalam hidup berdampingan secara berkesinambungan, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, saling menghormati, saling memahami, dan hidup bersama secara damai untuk mencapai kehidupan yang berbudaya dan Bangsa yang beradab.

Ketiga, mencari dan mencoba menemukan model serta strategi untuk menghadapi tantangan bersama di era globalisasi guna meminimalkan dan menghentikan perpecahan, permusuhan antaragama, konflik atas nama agama dan sekaligus mengembangkan model pengajaran moderasi beragama yang sesuai dan sesuai dengan ajaran nilai agama kita masing-masing.

Ketua Panitia Pelaksana, Safira Machrusah, menjelaskan konferensi ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta dari dalam dan luar negeri, dan bertujuan untuk mengkaji model-model keberagamaan transformatif, dimensi peradaban dalam agama, strategi membangun perdamaian dunia berbasis agama dan mengembangkan teologi kerukunan, serta merumuskan model moderasi beragama sebagai sarana pengembangan perdamaian dan peradaban dunia.

Wakil Presiden Prof KH Ma’ruf Amin dijadwalkan akan menyampaikan pidato kuncinya (keynote speech) sebelum sesi pleno pada Senin (22/5/2023). Pidato kunci Wakil Presiden tersebut akan menjadi arahan tentang bagaimana konferensi ini harus ditindaklanjuti dengan berbagai program-program konkrit untuk mengarusutamakan agama sebagai agen perdamaian dan peradaban.

Sesi pidato kunci tersebut akan dihadiri oleh seluruh peserta konferensi, dan para undangan yang terdiri dari duta besar negara-negara sahabat, menteri, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini pula, YM Sheikh Abdurrahman Khayyat, Wakil Rabithah Alam Islami untuk Asia Tenggara akan meyampaikan sambutan atas nama Rabithah terkait peran dan dukungannya bagi pengembangan perdamaian dan peradaban dunia, dengan mengoptimaliasikan pemahaman agama yang moderat.

Safira menjelaskan, setelah sesi pleno dan paralel berakhir, acara akan menghasilkan "Deklarasi Jakarta". Konferensi Internasional rencananya akan ditutup Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas.

Kegiatan, kata Safira, akan dilanjutkan dengan city tour ke Monas dan Masjid Istiqlal Jakarta. Selain itu, konferensi internasional juga memiliki side event yakni "FGD Pengembangan Peran MUI di Luar Negeri", Rakornas Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama se-Indonesia, dan Pertemuan Khusus Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (LPLH).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

5 Ton Ikan Sapu-Sapu Dikubur di Jaksel, MUI Turun Tangan Beri Arahan

5 Ton Ikan Sapu-Sapu Dikubur di Jaksel, MUI Turun Tangan Beri Arahan

JAKARTA
DPRD Lebak Minta MUI Bentuk Tim Usut Kasus Al-Qur’an Diinjak

DPRD Lebak Minta MUI Bentuk Tim Usut Kasus Al-Qur’an Diinjak

BANTEN
Viral Sumpah Injak Al-Qur’an, MUI Minta Masyarakat Jangan Anarkis

Viral Sumpah Injak Al-Qur’an, MUI Minta Masyarakat Jangan Anarkis

BANTEN
Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

Respon MUI Soal Al-Qur'an Dinjak-injak di Lebak yang Viral di Medsos

BANTEN
Viral Sejumlah Orang Minum Oli di Makassar, MUI: Hukumnya Haram!

Viral Sejumlah Orang Minum Oli di Makassar, MUI: Hukumnya Haram!

SULAWESI SELATAN
MUI Ungkap Posisi Hilal Jelang Lebaran 2026

MUI Ungkap Posisi Hilal Jelang Lebaran 2026

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon