ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjualan Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Pembahasan

Minggu, 4 Juni 2023 | 05:26 WIB
AC
WP
Penulis: Ayos Carlos | Editor: WDP
Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tengah melintas.
Kereta Cepat Jakarta Bandung yang tengah melintas. (Dok. KCJB/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Keinginan masyarakat yang akan menjajal langsung Kereta Cepat Jakarta - Bandung semakin kuat setelah penampakan kereta buatan China itu mulai wara - wiri di media sosial.

Seperti Putri, warga Cibitung, Bekasi, Jawa Barat yang mengaku ingin sekali menjajal kereta cepat bersama keluarga, terlebih setelah melihat di media sosial kereta tersebut mempunyai model futuristik, lain dengan kereta yang sudah ada di Indonesia.

"Iya pengin naik, meski kabarnya lebih mahal harganya, pengin tau aja seenak apa kalau naik di dalamnya," kata dia ketika ditemui Beritasatu.com di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dikutip, Minggu (04/06/2023).

ADVERTISEMENT

Hal senada juga disampaikan oleh Firly ketika ditemui tempat yang sama, mengaku ingin mencoba naik kereta cepat tapi masih kesulitan mendapatkan informasi cara membeli tiketnya. Apalagi, kata dia, kereta itu dikabarkan "senyap" atau minim getaran saat melaju kencang.

"Katanya Agustus kereta itu udah bisa naik ya, tapi mau belinya masih bingung harus dimana, penasaran juga sih naik kereta yang kabarnya minim getaran" kata dia.

Sementara itu, Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Jakarta Bandung, Emir Monti, mengatakan hingga saat ini penjualan tiket Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) belum dibuka ke publik meski pada 18 Agustus 2023 kereta akan memulai perjalanan perdananya.

"Untuk detail penjualan tiket masih dalam pembahasan," kata Emir ketika dihubungi menjawab pertanyaan Beritasatu.com, dikutip Minggu (04/06/2023).

Dikatakannya, meski penjualan tiket kereta masih dalam pembahasan, masyarakat yang akan menggunakan jasa layanan kereta cepat dapat membeli di aplikasi maupun mitra resmi yang bekerjasama dengan KCJB.

"Nantinya tiket KCJB bisa dibeli via aplikasi, website, loket maupun channel penjualan eksternal," kata dia lebih lanjut.

Ketika ditanya siapa saja yang akan akan menjadi mitra resmi KCJB untuk penjualan tiket, Emir menegaskan bahwa akan disampaikan pada saatnya nanti siapa saja yang akan menjadi mitra resminya.

"Nanti kami umumkan, jika sudah fix," kata dia lebih lanjut.

Sejauh ini, KCJB juga belum mengumumkan berapa persisnya tarif resmi yang akan dijual ke pengguna jasa kereta cepat saat operasi komersial.

Seperti diketahui, KCJB rencananya akan mengoperasikan sebanyak 11 rangkaian kereta, di mana masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta.

"11 Rangkaian kereta penumpang, masing-masing terdiri dari 8 kereta," kata dia lebih lanjut.

Dari sisi target penumpang, Emir mengungkapkan bahwa KCJB diproyeksikan mampu mengangkut 31 ribu penumpang per hari dengan beragam segmen, mulai dari pebisnis, wisatawan, hingga pelajar.

"Berdasarkan hasil studi demand dan forecast yang dilakukan Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa (Polar) Universitas Indonesia, penumpang KCJB diperkirakan mencapai 31 ribu per hari. Segmen penumpangnya didominasi oleh pebisnis, diikuti oleh wisatawan, dan pelajar," terangnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

KCIC Pastikan Whoosh Kembali Beroperasi Normal

EKONOMI
AHY: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Jatim Berjalan Paralel

AHY: Proyek Kereta Cepat Whoosh ke Jatim Berjalan Paralel

EKONOMI
Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Tuntas Kuartal I 2026

Danantara Targetkan Negosiasi Utang Whoosh Tuntas Kuartal I 2026

EKONOMI
Utang Whoosh Rp 116 T Ujung-ujungnya Ditanggung APBN

Utang Whoosh Rp 116 T Ujung-ujungnya Ditanggung APBN

EKONOMI
Dirut KAI Klaim Pembayaran Utang Whoosh Sudah Temukan Solusi

Dirut KAI Klaim Pembayaran Utang Whoosh Sudah Temukan Solusi

EKONOMI
AHY Ungkap Pemerintah Belum Temukan Solusi Restrukturisasi Whoosh

AHY Ungkap Pemerintah Belum Temukan Solusi Restrukturisasi Whoosh

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon