ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengakuan Korban TPPO Indramayu: Pergi Alasan Faktor Ekonomi, Pulang Biaya Sendiri

Jumat, 9 Juni 2023 | 19:17 WIB
CK
R
Penulis: Candra Kurnia | Editor: RZL
Daenah (32) salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu.
Daenah (32) salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. (Beritasatu.com/Candra Kurnia)

Indramayu, Beritasatu.com - Daenah (32) salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, harus mengeluarkan biaya sendiri untuk bisa pulang kembali ke kampung halamannya.

Keputusan menjadi PMI di negara Timur Tengah, harus ia pilih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

"Kemarin berangkat keinginan sendiri, karena kebutuhan ekonomi, berangkat ke Uni Emirat Arab bulan Januari 2022, pulang ke Indonesia Juni 2022, sudah empat ganti majikan," ungkap Daenah, saat ditemui di rumahnya, Jumat (9/6/2023).

ADVERTISEMENT

Daenah menceritakan, bekerja di Uni Emirat Arab, tidak sesuai dengan perjanjian awal yang ditawarkan oleh pihak sponsor.

"Di sana itu ga sesuai pekerjaannya, waktunya terlalu diforsir. Awal perjanjian digaji 1200 Dirham (sekitar Rp 4,8 juta), tapi yang dikasih cuman 900 Dirham (sekitar Rp 3,6 juta) per bulan," ujarnya.

Daenah harus rela bekerja selama 18 jam dalam sehari. Jam kerjanya pun full dari jam lima pagi sampai jam 11 malam. Tak hanya itu, ia kerap dimarahi oleh majikannya.

"Kalau kekerasan dari majikan ga ada, cuma ya itu cuma masalah jam kerjanya di forsir, sama marah-marah, yang dikerjain selalu salah, kaya lap meja, ini masih kotor, sering disentak-sentak," tuturnya.

Bahkan, Daenah sempat mengalami kecelakaan saat bekerja, hingga tangan kirinya mengalami patah permanen akibat jatuh. Ia mengaku trauma. Adanya ketidak nyamanan dan tekanan dari majikan, membuat Daenah tidak betah bekerja. Ia bahkan rela mengeluarkan biaya sendiri untuk pulang ke Indonesia.

"Saya pulang pakai biaya sendiri dari suami, ditransfer langsung ke pihak KBRI. Dari pihak sponsornya gak ada tanggung jawab," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus ART Tewas di Benhil, Polisi Selidiki Dugaan TPPO dan Eksploitasi

Kasus ART Tewas di Benhil, Polisi Selidiki Dugaan TPPO dan Eksploitasi

JAKARTA
MA Minta Penegak Hukum Aktif Ingatkan Korban TPPO Soal Restitusi

MA Minta Penegak Hukum Aktif Ingatkan Korban TPPO Soal Restitusi

NASIONAL
Korban TPPO Sulut di Libya Tiba di Indonesia

Korban TPPO Sulut di Libya Tiba di Indonesia

NUSANTARA
Kasus TPPO Terbongkar, Polisi Selamatkan Bayi di Jeneponto

Kasus TPPO Terbongkar, Polisi Selamatkan Bayi di Jeneponto

SULAWESI SELATAN
Kronologi Ibu di Makassar Jual Bayinya Rp 4 Juta dengan Modus Adopsi

Kronologi Ibu di Makassar Jual Bayinya Rp 4 Juta dengan Modus Adopsi

SULAWESI SELATAN
Polda Sulut Bongkar Sindikat TPPO, dari Admin Judol Kamboja hingga LC

Polda Sulut Bongkar Sindikat TPPO, dari Admin Judol Kamboja hingga LC

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon