Mahasiswa ITS Manfaatkan SCW sebagai Pengurai Limbah Plastik
Sabtu, 10 Juni 2023 | 06:06 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi terkait potensi yang dimiliki Supercritical Water (SCW) sebagai pengurai limbah plastik Polipropilena (PP) menjadi bahan bakar alternatif setara bensin.
SCW sendiri merupakan salah satu proses fluida yang sangat berguna untuk mengurai limbah plastik, ternyata masih kurang digunakan penerapannya di dunia industri saat ini.
Tim mahasiswa yang tergabung dalam tim MetaChem-39 tersebut adalah Irma Fitriani, Immanuel Nathanael Lumban Gaol, dan Ratih Handayani.
Irma mengungkapkan, ide yang dicetuskan timnya ini berawal dari polemik terkait limbah plastik di Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya.
"Bahkan, per 2021 limbah sampah plastik di Indonesia mencapai 6,6 juta ton," ungkap Irma Fitriani, di Surabaya, Jumat (9/6/2023).
Sejalan dengan hal tersebut, mahasiswa Departemen Kimia ITS itu menambahkan, proses untuk menguraikan limbah plastik itu sendiri membutuhkan waktu yang lama.
Di samping itu, metode penguraian yang selama ini dilakukan untuk mengonversi plastik PP, seperti metode pirolisis hidrotermal terbilang cukup mahal.
"Sehingga kami mencoba untuk menggunakan SCW sebagai pengurai untuk bisa lebih menghemat pengeluaran," terangnya.
Lebih lanjut, menurut Irma, SCW merupakan salah satu proses pemanasan fluida dengan tekanan dan titik didih rendah tepat pada titik kritis fluida yang dipanaskan.
Penerapan metode ini pada pengonversian plastik PP menjadi bahan bakar adalah dengan memanaskan plastik PP di dalam air. Kemudian, pada suhu 450 derajat celcius, plastik PP tersebut akan menyatu dengan air.
Selanjutnya, proses pemanasan itu dihentikan dan ditunggu hingga suhu pada campuran tersebut kembali ke kondisi normal. Saat itulah, senyawa air dan minyak hasil dari pencampuran plastik PP dan air terpisah.
"Minyak yang dihasilkan tersebut, lalu diperiksa besar kalornya dan menunjukkan kalor minyak yang setara dengan bensin," jelasnya.
Dengan penelitian yang dilakukan oleh tim MetaChem-39 ini, ternyata terbukti bahwa potensi penggunaan SCW sebagai pengonversi lebih efisien dibanding dengan metode lainnya. Di samping proses yang sangat sederhana, metode SCW juga tidak begitu memakan waktu yang lama. Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit untuk prosesnya.
Penelitian yang dilakukan oleh para Mahasiswa ITS ini akhirnya berbuah manis. Gagasan yang dituangkan pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) di Universitas Jambi itu telah mengantarkan tim ITS ini menjadi juara satu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




