Harlah ke-77, Khofifah: Politik Muslimat NU Adalah Politik Kebangsaan
Minggu, 11 Juni 2023 | 13:26 WIB
Tegal, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa menegaskan politik Muslimat Nahdlatul Ulama adalah politik kebangsaan. Karena itu, kata Khofifah, para kyai, bu nyai, kalangan pesantren, dan lain-lain yang mengembang amanat sebagai pejabat publik harus menjadi penjaga agama dan menata negara.
"Bupati, wakil gubernur, anggota DPR RI, dan sebagainya yang ada disini merupakan bagian dari politik kebangsaan. Menjadi penjaga agama dan penata negara," ujar Khofifah Indar Parawansa dalam Peringatan Harlah Muslimat NU ke-77 di alun-alun Slawi, Kantor Pemda Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (10/6/2023).
Khofifah juga mengajak kader-kader Muslimat NU untuk memberi perlindungan kepada anak, perempuan, buruh migran dan masyarakat. Dalam kaitan dengan itu, Gubernur Jawa Timur mengajak para kader agar menggunakan media sosial dengan bijak dan santun.
"Hari ini adalah hari sosial media. Gunakanlah dengan bijak, santun, jaga persaudaraan. Baik ukhuwah islamiah, ukhuwah nahdliyah, ukhuwah insaniah, atau ukhuwah wathoniah. Saya harap semua menjaga. Jangan sampai meneruskan pesan-pesan yang mengganggu persaudaraan dan persatuan," tandas Khofifah.
Harlah Muslimat NU dihadiri sekitar 50.000 kader Muslimat NU yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Acara juga dihadiri Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI, Siti Mukaromah dan Nur Nadlifah. Kemudian Bupati Tegal yang juga Ketua PC Muslimat NU Tegal, Umi Azizah, Ketua PW Muslimat Jawa Tengah Ismawati Hafiz, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten/ Kota, serta kyai dan bu nyai dari sejumlah pesantren di Jawa Tengah.
Muslimat NU memiliki sekitar 32 juta anggota dan kader yang tersebar di seluruh Indonesia. Organisasi ini didirikan di Purwokerto, 29 Maret 1946.
Pada kesempatan itu, Anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Banyumas Cilacap Siti Mukaromah mengatakan, bahwa kader Muslimat NU merupakan garda terdepan dalam menjaga moral anak bangsa dan mencetak generasi muda yang tidak terpapar pengaruh negatif dari social media.
"Kami selalu mengkampanyekan, dan mengingatkan agar perempuan mengambil peran secara maksimal tidak hanya dalam bidang politik, tapi juga ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya," kata Siti.
Sementara Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen berharap agar Muslimat NU menjadi jembatan bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut dia, para kader Muslimat NU harus mengantisipasi isu-isu negatif yang menyebar melalui media sosial dan berbahaya terhadap persatuan bangsa.
"Kita berharap peringatan Harlah ini, ke depannya Muslimat NU menjadi organisasi yang bermanfaat diera digital," pungkas Taj Yasin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




