Isu Prajurit TNI Dibayar untuk Perang di Ukraina, Panglima TNI: Hoax
Jumat, 22 Maret 2024 | 07:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membantah isu adanya prajurit TNI yang dibayar untuk melakukan perang di Ukraina. Bahkan, Agus mengaku sudah melakukan pengecekan langsung informasi tersebut ke Atase Pertahanan di Moskow, Rusia.
"Saya sudah cek ke atase pertahanan di sana, tidak ada data tersebut. Kita kan enggak menganut tentara bayaran, tidak ada. Itu hanya, kita sudah cek ke Kedutaan Rusia, juga tidak ada, hoaks itu," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2024).
Menurut Agus, TNI tidak pernah menganut tentara bayaran. Dia menegaskan, TNI direkrut melalui mekanisme khusus.
"Kita tentara sukarela atau militer wajib yang direkrut melalui perekrutan yang ada di wilayah-wilayah, tamtama, bintara, perwira, ada Akmil, dan seperti yang saya sampaikan tadi militer wajib," tandas Agus.
Sebelumnya, 10 WNI disebut menjadi tentara bayaran Ukraina dalam perang melawan Rusia, berdasarkan data yang diungkap Kedutaan Rusia di Indonesia.
Data tersebut bersumber dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia yang menyebutkan 13.387 tentara asing sudah memasuki Ukraina sejak 24 Februari 2022. Selain itu, Rusia mengklaim bahwa 5.962 tentara asing yang direkrut sudah tewas di medan perang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




