Jubir Jelaskan Maksud Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang Toksik ke Pemerintahan
Minggu, 5 Mei 2024 | 13:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, menjelaskan maksud pernyataan atasannya yang meminta presiden terpilih Prabowo Subianto agar tidak membawa orang toksik ke pemerintahan selanjutnya.
Jodi menjelaskan, istilah toksik merujuk kepada pihak yang menghambat kemajuan program kabinet.
"Pak Luhut menggunakan istilah toksik untuk merujuk kepada pihak-pihak yang cenderung menghambat kemajuan program kabinet karena tidak sejalan dengan visi dan arah yang telah ditetapkan," kata Jodi saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (5/5/2024).
Baca Juga: Luhut Ingatkan Prabowo Tak Bawa "Orang Beracun" ke Pemerintahan
Luhut menilai, pemilihan orang yang tepat dalam pemerintahan merupakan langkah penting dalam menjalankan program.
"Hal ini mencerminkan pentingnya kesatuan fokus dalam menjalankan program-program pemerintahan demi kepentingan bersama," sambung Jodi.
BACA JUGA
Isu Terhangat Politik Pekan Ini: Rencana Pembentukan Presidential Club hingga Kabinet Prabowo-Gibran
Sebelumnya, Luhut menyampaikan pesan kepada presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto untuk tidak membawa orang toxic atau bermasalah ke kabinetnya.
"Untuk presiden terpilih, saya bilang jangan bawa orang toksik ke pemerintahan itu akan sangat merugikan kita," ujar Luhut dalam acara "Jakarta Future Forum: Blue Horizons, Green Growth" di Jakarta, dikutip dari Antara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




