Isu Politik Terhangat: Jumlah Menteri Prabowo hingga Yusril Mundur dari Ketum PBB
Minggu, 19 Mei 2024 | 06:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki akhir pekan, geliat politik Tanah Air tetap menghangat. Sejumlah isu politik menarik menjadi perhatian pembaca Beritasatu.com, Sabtu (18/5/2024).
Isu jumlah menteri kabinet Prabowo-Gibran mendatang yang disebut-sebut akan bertambah seiring revisi UU Kementerian, menjadi perbincangan jelang pelantikan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.
Sementara itu, mundurnya Yusril Ihza Mahendra dari posisi ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) juga mengejutkan publik, mengingat Yusril sudah memimpin partai tersebut sejak 1998. Lantas, apa saja berita politik yang menarik perhatian pembaca Beritasatu.com selama akhir pekan ini? Berikut ulasannya.
1. Penambahan Jumlah Kementerian Agar Presiden Bisa Jalankan Program Unggulan
Muncul wacana yang menyebut jumlah kementerian bakal bertambah dari yang semula 34 kementerian menjadi 40, Yusril mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan resmi terkait itu baik dalam Koalisi Indonesia Maju ataupun dari pasangan presiden-wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Saya belum dengar resmi dari beliau (Prabowo). Wacana yang berkembang sekitar 40. Jadi, ya nambah sekitar enam kementerian lagi dari yang sekarang,” ucap Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Sabtu (18/5/2024).
Yusril menilai presiden seharusnya punya kebebasan untuk menyusun kabinetnya, termasuk menambah, mengurangi, menggabungkan, ataupun memisahkan kementerian.
2. Mundur dari Ketua Umum PBB, Yusril: Saya Sudah Terlalu Lama Memimpin Partai
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut. Menurutnya, sudah saatnya ada regenerasi kepemimpinan dalam partai. Saat ini, jabatan ketua umum PBB sementara dipegang oleh Fahri Bachmid.
"Saya sudah terlalu lama memimpin partai sejak PBB berdiri di awal reformasi tahun 1998. Sudah saatnya terjadi regenerasi dalam kepemimpinan PBB. Saya kini berusia 68 tahun dan digantikan oleh Fahri Bachmid, yang berusia 46 tahun," ungkap Yusril dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2024).
Pernyataan ini disampaikan Yusril dalam sidang Musyawarah Dewan Partai (MDP) yang diadakan di kantor pusat PBB di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, pada Sabtu (18/5/2024).
3. Tolak Tawaran Jadi Menteri, Luhut Nyatakan Siap Jadi Penasihat Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat ditawari presiden terpilih, Prabowo Subianto sebagai menteri di kabinet pemerintahan yang akan datang.
"Beliau (Prabowo) sudah meminta (menjadi menteri). Saya katakan tidak (lanjut jadi menteri)," kata Luhut setelah menghadiri upacara Segara Kerthi, World Water Forum ke-10 di kawasan Kura-kura Bali, Denpasar, Sabtu (18/5/2024).
Meski demikian, Luhut menyatakan kesiapan dirinya untuk menjadi penasihat guna membantu Prabowo Subianto.
4. Prabowo, Anies, dan Sejumlah Tokoh Kirim Karangan Bunga untuk Salim Said
Beragam tokoh mulai dari aktivis, akademisi, politikus, pimpinan DPD, pejabat pemerintahan, pejabat TNI, sampai presiden terpilih Prabowo Subianto mengirimkan karangan bunga ke rumah duka atas wafatnya Prof Salim Said.
Karangan bunga itu berdatangan satu per satu ke rumah duka almarhum di kediaman Prof Salim Said di Jalan Redaksi, kompleks PWI, Cipinang, Jakarta, sejak Sabtu (18/5/2024) malam sampai Minggu (19/5/2024) dini hari.
Beberapa karangan bunga yang ditempatkan berjejer di depan kediaman almarhum per Minggu pukul 01.00 WIB, di antaranya dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ketua DPD A A LaNyalla Mahmud Mattalitti, politikus Partai Golkar Airin Rachmi Diany, serta aktivis HAM Hendardi.
5. Jokowi Akan Bahas UKT Selasa Depan
Presiden Jokowi akan membahas soal polemik kenaikan UKT dengan para menteri terkait. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengonfirmasi hal tersebut seusai bertemu presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/5/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Ngabalin mengaku dirinya tidak membahas soal UKT. Namun, dia mengaku, presiden akan membahas polemik tersebut dengan menteri terkait pada Selasa (21/5/2024).
"Itu (UKT) nanti Selasa (pekan depan). Selasa itu ada beberapa agenda, nanti kita coba, pertemuan akan bahas banyak hal," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




