4 Puasa yang Bisa Dilakukan Sebelum Iduladha
Selasa, 11 Juni 2024 | 19:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menjalani puasa sebelum Iduladha merupakan amalan terpuji dalam Islam, dilakukan selama 10 hari berturut-turut pada bulan pertama Zulhijah.
Praktik ini mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang telah mencontohkan amalan sunah. Dasar dari puasa tersebut berasal dari riwayat hadis yang disampaikan oleh Hafsah bin Umar bin Khattab Ra.
Puasa ini juga istimewa karena jatuh pada periode penting ibadah haji, memberi umat muslim kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan diri, dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan sebagai ungkapan syukur atas nikmat-Nya.
Berikut ini empat puasa yang bisa dilakukan sebelum Iduladha.
1. Puasa Zulhijah
Puasa Iduladha yang pertama dilakukan selama 7 hari pada awal bulan Zulhijah merupakan anjuran sunah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Dasar dari anjuran ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Hunaidah bin Kholid, yang mengatakan beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada 9 hari awal Zulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya." (HR Abu Daud nomor 2437. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadis ini sahih)
Selain anjuran yang datang dari Rasulullah, puasa pada bulan Zulhijah juga dihiasi dengan janji kasih sayang dari Allah SWT bagi umat Islam yang melaksanakannya.
Sebagaimana yang tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, Rasulullah SAW menyatakan,"Tidak ada perbuatan baik yang lebih Allah cintai daripada perbuatan baik yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu sepuluh hari pertama bulan Zulhijah)”.
2. Puasa tarwiyah
Puasa tarwiyah yang dilakukan menjelang awal ibadah haji, menjadi langkah awal dalam persiapan menuju wukuf di Arafah. Selain mempersiapkan fisik dan spiritual bagi jemaah haji, puasa ini juga dianggap mampu menghapus dosa-dosa sebelumnya.
Dilakukan pada 8 Zulhijah, puasa tarwiyah juga dijanjikan pahala besar dan menghapus dosa setahun yang lalu.
3. Puasa arafah
Puasa arafah adalah puasa sunah yang dilakukan pada 9 Zulhijah, yaitu tepat sebelum Iduladha. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam, baik yang sedang berhaji maupun yang tidak. Keutamaan puasa arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang lalu, dua tahun yang akan datang, dan mendapat pahala yang besar.
Bagi jemaah haji, puasa arafah merupakan salah satu rukun sunah haji yang dapat menyempurnakan ibadah haji mereka.
4. Puasa sebelum berangkat melaksanakan salat Iduladha
Puasa ini adalah menahan diri dari makan dan minum, serta dari kegiatan tidur setelah bangun tidur hingga selesai melaksanakan shalat Iduladha.
Jika seseorang tidak melakukan kurban, maka mereka diperbolehkan untuk makan dan minum setelah selesai salat Iduladha. Namun, jika seseorang melakukan kurban, disunahkan untuk tetap berpuasa sampai mereka menyantap hasil kurban tersebut.
Puasa itu tidak dimaksudkan sebagai puasa dari terbit matahari hingga terbenam, karena hukumnya diharamkan untuk berpuasa sepanjang hari pada Iduladha.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




