Dikritik Jusuf Kalla, Nadiem Makarim Sebut Kemendikbudristek Berupaya Lebih Baik
Kamis, 12 September 2024 | 11:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, baru-baru ini mendapat kritik keras dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terkait kinerjanya. JK menyatakan Nadiem tidak memiliki pengalaman di bidang pendidikan, jarang turun ke daerah, dan bahkan jarang masuk kantor.
Saat ditanya oleh wartawan di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024), Nadiem memilih untuk tidak merespons langsung kritik dari JK. Namun, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Nadiem menyampaikan pandangannya terkait berbagai kritik yang dialamatkan kepadanya.
"Saya jujur saja, walaupun banyak tantangan dan kritik yang kadang tajam, itu justru membuat kami di Kemendikbudristek terus berupaya menjadi lebih baik. Kritik dan masukan membuat kami lebih termotivasi untuk melayani masyarakat di bidang pendidikan," ujar Nadiem.
Nadiem juga mengakui Komisi X DPR sering memberikan kritik tajam, tetapi ia meyakini bahwa kritik tersebut bertujuan untuk memperbaiki dunia pendidikan Indonesia. Menurutnya, meski sering dikritik, kerja sama antara kementerian dan Komisi X tetap solid demi misi yang sama.
"Komisi X, dengan segala kritiknya, tetap menjadi mitra yang berjuang bersama. Saya menyadari bahwa tujuan kita sama, hati kita ada di tempat yang sama. Ini menunjukkan kemitraan yang kuat antara komisi dan kementerian. Berkat kemitraan ini, kita mampu mencapai hal-hal yang lima tahun lalu mungkin tidak terbayangkan," tegas Nadiem.
Nadiem juga berterima kasih kepada DPR yang telah mendukung dan mengawasinya selama lima tahun terakhir. Ia menyebut program "Merdeka Belajar" sebagai salah satu pencapaian besar, dengan lebih dari 26 episode kebijakan yang telah diterapkan.
"Kita sudah menjalankan lebih dari 26 episode Merdeka Belajar. Kebijakan-kebijakan ini mungkin tidak sempurna, tetapi dampaknya sangat signifikan. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa dukungan Komisi X," pungkas Nadiem.
Sebelumnya, JK melontarkan kritik keras terhadap kinerja Nadiem Makarim. JK membandingkan Nadiem dengan para menteri pendidikan terdahulu yang ahli di bidangnya, seperti Ki Hajar Dewantara, Daoed Joesoef, dan Anies Baswedan.
“Semua mantan menteri adalah ahli pendidikan. Namun, Mas Nadiem tidak punya pengalaman sebagai guru, tidak paham pendidikan, jarang ke daerah, dan jarang masuk kantor. Bagaimana bisa?” kritik JK dalam sebuah diskusi bertajuk "Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan", yang disiarkan di YouTube TV Parlemen, Sabtu (7/9/2024).
JK juga menyoroti Nadiem kini tidak hanya mengurus pendidikan nasional, tetapi juga kebudayaan, riset, dan teknologi.
“Tugasnya sangat luas, tetapi dia jarang masuk kantor,” tambah JK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




