ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dukung Swasembada Pangan, Mendes PDT Alokasikan Rp 16 Triliun atau 20 Persen Dana Desa

Senin, 25 November 2024 | 04:40 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad kunjungi Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jumat, 15 November 2024.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad kunjungi Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jumat, 15 November 2024. (Beritasatu.com/Algi Muhamad Gifari)

Serang, Beritasatu.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto mengatakan pihaknya akan mengalokasikan Rp 16 triliun atau 20% dari dana desa untuk ketahanan pangan sebagai wujud dukungan swasembada pangan.

"Untuk anggaran dana desanya berbeda-beda ada yang Rp 1 miliar lebih, ada yang di bawah Rp 1 miliar. Namun, totalnya itu kira-kira Rp 71 triliun untuk 2025 dan 20%-nya itu untuk ketahanan pangan," ujarnya di Serang, Provinsi Banten, Minggu (24/11/2024).

Yandri mengaku, kementeriannya juga  telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Kehutanan dan Perikanan, serta TNI/Polri terkait pengelolaan dana desa.

ADVERTISEMENT

"Pokoknya kita kolaborasi karena untuk mewujudkan ini semua tidak bisa sendirian. Bagaimana dana desa yang masuk itu kita komunikasikan dengan baik, kita kelola dengan baik untuk kemajuan desa," urainya.

Yandri berharap, dengan anggaran yang ada, setiap desa dapat swasembada pangan. Dengan begitu, visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 semakin mudah karena seluruh kebutuhan pangan terpenuhi, yang sebagian besar berasal dari desa.

"Uang ketahanan pangan itu tidak sekali pakai dan langsung habis. Jadi bisa untuk diputar kembali, melalui pengembangan potensi yang ada di desa sehingga ekonomi terus tumbuh," bebernya.

Yandri juga berharap dari dana desa, pada 2025 sebanyak 75.000 desa di Indonesia dapat lebih fokus kepada produktivitas bukan lagi kepada infrastruktur. "Jadi produksinya mungkin tanam cabai, tanam tomat, atau budi daya ikan yang dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDes)," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

NASIONAL
Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

NASIONAL
Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

JAWA TIMUR
Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

NASIONAL
Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

EKONOMI
Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon