ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anggota DPR Nilai Pancasila Belum Sepenuhnya Jadi Pedoman dalam Pemerintahan dan Hukum

Jumat, 14 Februari 2025 | 23:54 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Seminar Pra Kongres Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bertajuk “Menjadi Terang dan Garam Bagi Bangsa dan Negara”di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Jumat 14 Februari 2025.
Seminar Pra Kongres Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bertajuk “Menjadi Terang dan Garam Bagi Bangsa dan Negara”di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Jumat 14 Februari 2025. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta mengatakan Pancasila menghadapi tantangan zaman, terutama dalam aktualisasi Pancasila dalam ketatanegaraan Indonesia. Menurut Wayan, nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya menjadi pedoman dalam pemerintahan dan pembentukan hukum di Indonesia.

"Nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya menjadi pedoman baik itu dalam pemerintahan dan pembentukan hukum," ujar Wayan dalam seminar Pra Kongres Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bertajuk “Menjadi Terang dan Garam Bagi Bangsa dan Negara”di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Wayan mengatakan sendi-sendi kehidupan berbangsa saat ini belum mencerminkan nilai-nilai Pancasila serta keadilan sosial belum bisa terwujud secara optimal. Menurut dia, masih ada kesenjangan yang sangat lebar antara orang kaya dan orang miskin karena berbagai faktor yang ada. 

ADVERTISEMENT

"Sebagai contoh, walaupun di dalam pembukaan UUD, frasa keadilan disebut berulang kali, akan tetapi Pasal 33 ayat (4) UUD RI Tahun 1945 menimbulkan perdebatan karena mengedepankan efisiensi dan menomorduakan keadilan. Sementara itu, berbagai UU seperti UU Penanaman Modal, UU Pertambangan, UU Perkebunan dan UU Kehutanan masih mendapat kritik secara luas karena sebagian masyarakat menganggap UU tersebut lebih memihak kepada modal asing dan kurang berpihak kepada masyarakat," jelasnya.

Wayan mengatakan, salah satu cara merespons situasi saat ini adalah dengan memajukan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Menurut dia, pendidikan berbasis Pancasila harus menjadi solusi dan prioritas nasional. Wayan mengusulkan beberapa langkah strategis untuk menjadikan Pancasila menjadi solusi dan prioritas nasional.

Pertama, kata dia, mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, tidak hanya sebagai mata pelajaran tetapi juga dalam praktik keseharian. Kedua, menerapkan pendidikan karakter sejak dini, agar nilai-nilai luhur Pancasila tertanam dalam pola pikir dan perilaku generasi muda.

"Ketiga, memanfaatkan teknologi sebagai sarana edukasi yang positif, keempat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta kelima menyiapkan generasi pemimpin yang berorientasi pada pelayanan," jelas Wayan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

Megawati Kritik 'Banjir Aturan': Hukum Bukan Sekadar Kumpulan Pasal

NASIONAL
Bahlil Ingatkan Pentingnya Jaga Pancasila dan Kebinekaan

Bahlil Ingatkan Pentingnya Jaga Pancasila dan Kebinekaan

NASIONAL
Bangun Universitas Rakyat Indonesia Pemenang

Bangun Universitas Rakyat Indonesia Pemenang

OPINI
Serukan Dunia Baru Berkeadilan, Megawati: Pancasila Jadi Etika Global

Serukan Dunia Baru Berkeadilan, Megawati: Pancasila Jadi Etika Global

NASIONAL
BNPT: Sekolah Harus Jadi Benteng Utama Cegah Radikalisme

BNPT: Sekolah Harus Jadi Benteng Utama Cegah Radikalisme

NASIONAL
Kemenkop dan UB Bangun Kemandirian Ekonomi Desa lewat Koperasi

Kemenkop dan UB Bangun Kemandirian Ekonomi Desa lewat Koperasi

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon