ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

MUI Minta Prabowo Kaji Ulang Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke RI

Senin, 14 April 2025 | 15:06 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Warga Palestina tiba di Khan Younis, Gaza setelah diusir oleh militer Israel dari Rafah.
Warga Palestina tiba di Khan Younis, Gaza setelah diusir oleh militer Israel dari Rafah. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Presiden Prabowo Subianto mengkaji ulang rencana mengevakuasi 1.000 warga Palestina korban kekejaman Israel di Gaza ke Indonesia.

"Presiden sudah mengeluarkan pandangan tentang evakuasi, tetapi menimbulkan kontroversi. Kontroversi ini kalau dibiarkan, ini menjadi benih-benih meretaknya konsolidasi," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim di Jakarta, Senin (14/4/2025).

Sudarnoto memandang evakuasi 10.000 warga Gaza ke luar negeri, termasuk Indonesia justru malah kontraproduktif dengan upaya kemerdekaan Palestina. 

ADVERTISEMENT

Menurutnya Presiden Prabowo harus menekan Israel agar menghentikan agresi terhadap warga Palestina.

Merelokasi warga Gaza diyakini malah memupus harapan kemerdekaan Palestina. Di samping itu, tidak ada yang menjamin warga Gaza yang direlokasi bisa kembali ke Tanah Airnya.

"Karena itu sungguh sangat penting untuk menyampaikan pandangan sikap kepada presiden agar isu evakuasi ini dikaji lebih mendalam," ujar Sudarnoto dikutip dari Antara.

Sudarnoto dan pimpinan MUI berencana menghadap Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat untuk menyampaikan hasil rekomendasi yang disampaikan berbagai elemen masyarakat terkait Palestina.

Ia juga mengajak semua elemen masyarakat Indonesia untuk memperkuat semangat persatuan dalam membantu Palestina dan melakukan kajian untuk mengambil langkah yang tepat dan mendesak.

"Kami berharap sinergi antara Pemerintah RI dan masyarakat dapat tetap terjalin dengan kuat untuk membela bangsa Palestina," kata dia.

Hal senada disampaikan aktivis Indonesia yang pernah tinggal di Gaza, Muhammad Husein Gaza. Ia menyebut relokasi warga Gaza ke luar negeri malah membuat situasi semakin keruh.

Apalagi, kata dia, relokasi ini malah mendukung upaya Perdana Menteri Israel Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin mengosongkan wilayah Gaza dari penduduk Palestina.

Justru kata dia, penting untuk menekan Israel dan Amerika Serikat agar menghentikan agresi. Paling penting, kata dia, warga Gaza membutuhkan penanganan medis serta bantuan yang saat ini mendesak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

INTERNASIONAL
Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

Tim Relawan Indonesia Bersiap Mulai Misi Kemanusian ke Gaza via Darat

INTERNASIONAL
Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

Kemenlu RI Kecam Spanduk Israel di RS Indonesia Gaza

INTERNASIONAL
Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

Angelina Jolie Ungkap Kisah Nyata Kehidupan Pilu Warga di Gaza

LIFESTYLE
Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

Baznas Bangun Kelas Darurat untuk Pendidikan Anak Gaza

INTERNASIONAL
Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

Prabowo Tegaskan TNI Dikirim ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon