ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PHK Massal di Media, Profesi Jurnalis Mulai Tak Relevan?

Rabu, 14 Mei 2025 | 09:45 WIB
CS
HM
DM
Anggota Komisi VII DPR sekaligus mantan jurnalis, Putra Nababan, menyatakan PHK massal di industri media mengindikasikan berkurangnya relevansi profesi jurnalis jika tidak segera beradaptasi.
Anggota Komisi VII DPR sekaligus mantan jurnalis, Putra Nababan, menyatakan PHK massal di industri media mengindikasikan berkurangnya relevansi profesi jurnalis jika tidak segera beradaptasi. (Beritasatu.com/Chesa Andini Saputra)

Jakarta, Beritasatu.com - Gelombang PHK massal terus menerpa sejumlah sektor, termasuk industri media. Hal ini memicu kekhawatiran akan masa depan profesi jurnalis di era digital.

Anggota Komisi VII DPR sekaligus mantan jurnalis, Putra Nababan, menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai, PHK yang terjadi mengindikasikan berkurangnya relevansi profesi jurnalis jika tidak segera beradaptasi.

"Saya sedih karena ketika terjadi PHK itu menunjukkan pekerjaan kita sudah tidak relevan lagi di era saat ini," ujar Putra kepada Beritasatu.com, Selasa (13/5/2025).

ADVERTISEMENT

Perubahan Pola Konsumsi Media

Menurut Putra, penyebab utama dari PHK ini bukan hanya soal pemasukan iklan yang turun, tetapi juga kegagalan manajemen media dalam menemukan model bisnis baru. Ia menekankan pentingnya media massa, terutama televisi, berinovasi agar tetap bertahan.

"Ini masalah cara bagaimana bisa menemukan model bisnis yang baru agar televisi ini bisa tetap menjadi relevan," katanya terkait PHK massal di industri media.

Saat ini, informasi lebih banyak bersumber dari konten viral dan laporan warga, ketimbang dari peliputan profesional. Dahulu, media membutuhkan modal besar dan perangkat canggih untuk meliput berita. Kini, publik cukup bermodal ponsel pintar dan media sosial.

Adaptasi Jadi Kunci Bertahan

Meski begitu, Putra percaya peluang tetap ada jika pelaku industri media cepat beradaptasi dan mengubah strategi. Relevansi jurnalistik bisa dipertahankan dengan pendekatan yang sesuai dengan era digital.

"Banyak yang bisa dilakukan, tetapi harus cepat dan tepat. Itu PR-nya," ujarnya.

Putra mengakui sudah tidak aktif di dunia jurnalistik selama delapan tahun. Terkait hal itu, ia berharap para pelaku industri yang masih aktif bisa segera mengambil langkah strategis agar media arus utama tetap dibutuhkan masyarakat sehingga dapat terhindarkan dari PHK massal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Laba Merosot, Porsche Bakal PHK Massal 500 Pekerja

Laba Merosot, Porsche Bakal PHK Massal 500 Pekerja

OTOTEKNO
Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

EKONOMI
Buruh Desak Pemerintah Tekan PHK Massal dan Ciptakan Pekerjaan Layak

Buruh Desak Pemerintah Tekan PHK Massal dan Ciptakan Pekerjaan Layak

EKONOMI
Ekonomi Global Tak Pasti, Menaker Siapkan Sistem Peringatan Dini PHK

Ekonomi Global Tak Pasti, Menaker Siapkan Sistem Peringatan Dini PHK

EKONOMI
Laba Jeblok, Volkswagen Bakal PHK Massal 50.000 Pekerjaan

Laba Jeblok, Volkswagen Bakal PHK Massal 50.000 Pekerjaan

EKONOMI
Migrasi AI, Morgan Stanley PHK Massal 2.500 Karyawan

Migrasi AI, Morgan Stanley PHK Massal 2.500 Karyawan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon