ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Buruh Desak Pemerintah Tekan PHK Massal dan Ciptakan Pekerjaan Layak

Jumat, 1 Mei 2026 | 12:17 WIB
BI
AD
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: AD
May Day 2026.
May Day 2026. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan serikat pekerja menyoroti masih tingginya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia serta terbatasnya penciptaan lapangan kerja yang layak.

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi), Mirah Sumirat, mengungkapkan gelombang PHK yang terus terjadi telah menimbulkan ketidakpastian dan keresahan di kalangan pekerja.

Menurutnya, banyak pekerja kehilangan sumber penghasilan tanpa jaminan perlindungan yang memadai, bahkan di sektor strategis maupun perusahaan milik negara.

ADVERTISEMENT

“Kondisi ini menunjukkan perlindungan terhadap pekerja masih lemah dan negara belum hadir secara optimal dalam mencegah PHK massal,” ujar Mirah, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk menekan praktik PHK yang dinilai tidak berkeadilan. Selain itu, negara juga diminta memastikan adanya kepastian kerja serta perlindungan bagi pekerja yang terdampak.

Mirah juga mendorong penciptaan lapangan kerja yang layak, dengan standar upah yang adil, kondisi kerja yang manusiawi, serta kepastian status hubungan kerja.

Ia mengingatkan agar perusahaan, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), tidak menjadikan efisiensi sebagai alasan untuk mengurangi tenaga kerja secara masif.

“Pekerjaan bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut martabat dan keberlangsungan hidup manusia,” tegasnya.

Mirah menambahkan, kehadiran negara sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Menurutnya, pekerja tidak seharusnya dibiarkan menghadapi ancaman PHK tanpa perlindungan yang memadai.

“Negara tidak boleh membiarkan pekerja berjuang sendiri di tengah ancaman PHK. Kehadiran negara adalah kewajiban, bukan pilihan,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Super Efisiensi, Volkswagen Bakal PHK 50.000 Karyawan hingga 2030

Super Efisiensi, Volkswagen Bakal PHK 50.000 Karyawan hingga 2030

OTOTEKNO
VW Bersiap PHK Massal 19.000 Orang Tahun Ini

VW Bersiap PHK Massal 19.000 Orang Tahun Ini

OTOTEKNO
Bahlil Pastikan Pasokan Gas Industri Aman di Tengah Isu PHK Massal

Bahlil Pastikan Pasokan Gas Industri Aman di Tengah Isu PHK Massal

EKONOMI
UU K3 Masih Pakai Zaman Belanda, Wamenaker Bakal Ajukan Revisi

UU K3 Masih Pakai Zaman Belanda, Wamenaker Bakal Ajukan Revisi

EKONOMI
Perang AS-Iran Ancam PHK Massal hingga 1,3 Juta Orang di Eropa

Perang AS-Iran Ancam PHK Massal hingga 1,3 Juta Orang di Eropa

INTERNASIONAL
PDIP Soroti Anjloknya Rupiah pada Peringatan Hari Pancasila

PDIP Soroti Anjloknya Rupiah pada Peringatan Hari Pancasila

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon