ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komnas HAM Ungkap Fakta Mengejutkan, TNI Janji Evaluasi Ledakan Garut

Minggu, 25 Mei 2025 | 07:43 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyatakan TNI AD terbuka terhadap semua masukan dan menjadikan temuan Komnas HAM sebagai bahan evaluasi terkait ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyatakan TNI AD terbuka terhadap semua masukan dan menjadikan temuan Komnas HAM sebagai bahan evaluasi terkait ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut. (Beritasatu.com/Giffar Rivana)

Jakarta, Beritasatu.com - TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyatakan akan mengevaluasi secara menyeluruh prosedur pemusnahan amunisi afkir menyusul temuan Komnas HAM terkait ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat. Insiden tersebut, menewaskan 13 orang, termasuk tujuh warga sipil.

Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyatakan TNI AD terbuka terhadap semua masukan dan menjadikan temuan Komnas HAM sebagai bahan evaluasi. “Kami menghargai setiap masukan konstruktif dan akan mempertimbangkannya dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Namun, Wahyu tidak menjelaskan secara rinci tanggapan terhadap tiap poin temuan Komnas HAM.

ADVERTISEMENT

Komnas HAM: Sipil Terlibat Tanpa Sertifikasi

Dalam rilisnya, Komnas HAM menilai keterlibatan warga sipil dalam pemusnahan amunisi oleh TNI merupakan pelanggaran prinsip keselamatan kerja. Mereka menyebut para pekerja tidak memiliki pelatihan tersertifikasi, hanya mengandalkan pengalaman otodidak terkait ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.

“Tidak boleh ada lagi pelibatan masyarakat sipil dalam kegiatan militer berisiko tinggi,” tegas anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing, Jumat (23/5/2025).

Perincian temuan Komnas HAM, yaitu 21 warga sipil dipekerjakan bantu pemusnahan amunisi, upah harian hanya Rp 150.000 dan tidak dibekali alat pelindung diri (APD). Selain itu, warga sipil bekerja sebagai sopir, penggali, pembongkar amunisi, hingga juru masak, dan dikoordinasi oleh Rustiawan, pekerja berpengalaman 10 tahun lebih.

Korban Jiwa dan Tuntutan Transparansi

Ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Amunisi III TNI AD, Desa Sagara, Garut, menewaskan 13 orang, yaitu empat anggota TNI, tujuh warga sipil, dan dua korban lainnya yang belum disebutkan identitasnya.

Komnas HAM mendesak TNI menyampaikan hasil investigasi kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. “TNI harus menjamin pemulihan jangka panjang bagi keluarga korban, termasuk dukungan ekonomi dan psikososial,” tambah Uli terkait ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon