ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

Kamis, 15 Mei 2025 | 11:28 WIB
HA
R
Penulis: Herlan Kanduruan Adiwisastra | Editor: RZL
Tempat kejadian ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Tempat kejadian ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Beritasatu.com/Herlan Kanduruan Adiwisastra)

Garut, Beritasatu.com – Sebuah ledakan mengejutkan terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Ledakan amunisi di Garut diduga berasal dari bahan detonator, bukan amunisi aktif, sebagaimana disampaikan oleh saksi mata pada Kamis (15/5/2025).

Insiden tersebut terjadi saat sekelompok pekerja tengah memindahkan drum dan peti berisi material sisa atau barang afkir dari lokasi penyimpanan. Ridwan, adik salah satu korban bernama Agus, yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, memberikan kesaksian.

"Waktu itu saya sedang makan di tenda, sekitar 500 meter dari lokasi. Teman-teman sedang mengangkat drum dan peti. Saat bahan detonator ditumpahkan ke drum yang berisi air, langsung meledak. Katanya sih drum kosong, tetapi ternyata ada air di dalamnya,” ungkap Ridwan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, drum tersebut sebelumnya sudah terisi air yang terkena paparan panas matahari. Diduga, reaksi antara air panas dan bahan dari detonator memicu ledakan secara tiba-tiba.

"Air di dalam drum sudah panas karena terkena sinar matahari. Mungkin saat bahan detonator dimasukkan, terjadi reaksi kimia yang langsung memicu ledakan. Tapi ini bukan dari gudang amunisi atau depo senjata, melainkan dari bahan detonator," tambahnya.

Peristiwa ledakan amunisi di Garut terjadi saat lokasi sedang diisi oleh empat anggota dan delapan pegawai sipil, ditambah satu warga sipil lainnya. Ridwan menyebut, bahan detonator sebenarnya tidak mudah meledak begitu saja, sehingga kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar.

Kebanyakan korban merupakan tulang punggung keluarga. Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Endang Rahmat. Putranya, Farid, mengungkapkan sang ayah baru pertama kali ikut bekerja dalam kegiatan tersebut.

"Baru kali ini ikut kerja, karena ada kegiatan pemusnahan. Terakhir sempat komunikasi, beliau bilang bekerja di bagian peledakan," tutur Farid.

Ia juga menyampaikan upah harian yang diterima ayahnya bervariasi antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Seluruh jenazah korban telah teridentifikasi di RSUD Pameungpeuk dan dipulangkan ke keluarga masing-masing pada Selasa (13/5/2025) malam pukul 19.00 WIB untuk segera dimakamkan.

Pemerintah setempat bersama aparat keamanan telah mengamankan area ledakan serta memberi imbauan kepada warga agar tetap tenang. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan memastikan tidak ada korban jiwa tambahan. Meski demikian, peristiwa ledakan amunisi di Garut ini sempat memicu kepanikan warga sekitar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

NASIONAL
Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon