Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi
Kamis, 15 Mei 2025 | 19:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani angkat suara soal tragedi ledakan amunisi kedaluwarsa di kawasan latihan militer di Garut, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (12/5/2025). Insiden tragis itu menyebabkan 13 orang meninggal dunia, termasuk warga sipil.
Puan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang pada masa depan. Ia mengungkapkan keprihatinan karena korban tidak hanya berasal dari unsur militer, tetapi juga dari masyarakat sipil.
"Yang pertama, jangan sampai terjadi hal seperti itu," ujar Puan kepada wartawan di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Evaluasi Total dan Pertanggungjawaban TNI
Puan menekankan pentingnya evaluasi terhadap prosedur latihan militer dan pengamanan amunisi, terutama kedaluwarsa. Ia menyayangkan adanya korban sipil yang semestinya bisa dihindari.
"Harus dievaluasi kenapa itu terjadi, dan lain kali jangan sampai melibatkan masyarakat sipil," lanjutnya terkait insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.
Ketua DPR Puan Maharani juga berharap TNI, terutama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab ledakan. Menurutnya, pertanggungjawaban perlu ditegakkan untuk menjaga kepercayaan publik.
Komisi I DPR Akan Panggil TNI
Sebagai langkah tindak lanjut, Komisi I DPR disebut akan memanggil pihak-pihak terkait dari TNI. Namun, Puan belum merinci jadwal pasti pemanggilan tersebut.
"Tentu saja nanti Komisi I harus bisa memanggil Panglima, Danrem, atau jajaran yang saat kejadian itu terlibat atau bertanggung jawab," ujarnya.
Kronologi Ledakan Amunisi di Garut
Ledakan hebat terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Lokasi kejadian merupakan area latihan militer. Dari insiden tersebut, 13 korban meninggal dunia terdiri dari 4 personel TNI dan 9 warga sipil.
Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan oleh pihak militer untuk mengungkap penyebab utama ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




