Alasan 4 Pulau Aceh Diperebutkan, Mualem: Kandungan Gasnya Besar
Senin, 16 Juni 2025 | 15:28 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan empat pulau yang bersengketa antara Aceh dengan Sumatera Utara memiliki potensi gas alam yang sama besarnya dengan di wilayah perairan Andaman.
"Kenapa sekarang berebut empat pulau itu, tahu enggak? Itu kandungan energi, kandungan gas sama besar di Andaman. Itu permasalahannya," kata Mualem saat pelantikan wali kota dan wakil wali kota Sabang di Banda Aceh, Sabtu (14/6/2025), .
Mualem menyatakan empat pulau yang bersengketa, yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, dan Pulau Mangkir Kecil masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil, meski secara geografis letaknya lebih dekat dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.
Menurutnya, kedekatan geografis tidak serta-merta bisa mengeklaim sebuah wilayah. Dia mencontohkan kedekatan geografis Pulau Andaman dengan Aceh. Meski letaknya lebih dekat ke Aceh, tetapi Andaman tetap menjadi milik India.
Dengan nada serius, Mualem menekannya pentingnya menjaga kedaulatan pulau-pulau di Aceh, termasuk Pulau Rondo yang berada di atas Pulau Weh, Sabang, agar tidak direbut pihak lain.
"Pulau kita mau direbut di Singkil. Kita ambil Andaman saja, boleh? karena dekat. Kalau tidak, jaga Pulau Rondo biar tidak diambil India. Walaupun bercanda, kita harus hati-hati juga. Tetapi yang jelas, empat pulau itu hak kita, kita punya, jadi selow saja," ujar ketua umum Partai Aceh itu.
Benarkah Ada Migas di 4 Pulau Bersengketa Aceh-Sumut?
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Jalal menjawab terkait kabar ada potensi migas besar di sekitar Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Besar, dan Pulau Mangkir Kecil.
Dia menegaskan sejauh ini belum ada data seismik yang menyatakan ada potensi migas di keempat pulau bersengketa itu, meskipun letaknya berdekatan dengan wilayah potensi migas, khususnya di sekitar wilayah kerja (WK) Offshore West Aceh (OSWA).
Namun, Nasri menegaskan keempat pulau tersebut secara spesifik tidak termasuk dalam WK OSWA.
"Belum ada cakupan data seismik di empat pulau tersebut, sehingga evaluasi potensi migas belum bisa dilakukan secara komprehensif," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




