ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Bullying dan Kekerasan

Senin, 14 Juli 2025 | 16:35 WIB
Z
DM
Penulis: Zhulfakar | Editor: DM
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari bullying, kekerasan, dan intoleransi di seluruh sekolah rakyat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari bullying, kekerasan, dan intoleransi di seluruh sekolah rakyat. (Beritasatu.com/Zhulfakar)

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari bullying, kekerasan, dan intoleransi di seluruh sekolah rakyat.

Hal ini disampaikan dia saat meninjau pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Kabupaten Bogor di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Senin (14/7/2025).

“Tidak boleh ada bullying. Harus dimitigasi, dicegah, dan dilawan. Tidak ada kekerasan seksual, tidak ada intoleransi,” tegas Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

Untuk menjamin komitmen tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menggandeng berbagai lembaga, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Nantinya, kerja sama ini akan mencakup penyusunan mekanisme pelaporan, prosedur pencegahan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan menangani perundungan sedini mungkin.

Menurut Gus Ipul, sekolah rakyat adalah upaya serius pemerintah dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Oleh karena itu, lingkungan yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan anak menjadi fondasi utama.

MPLS di sekolah rakyat diselenggarakan selama dua minggu, lebih lama dari sekolah pada umumnya. Hal ini karena semua elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, hingga staf, merupakan formasi baru yang harus beradaptasi dan membangun kultur bersama sejak awal.

“Ini momen penting untuk membangun budaya sekolah yang aman dan inklusif. Bukan hanya pengenalan lingkungan, tetapi juga penguatan karakter dan tes potensi siswa agar lebih siap menghadapi pembelajaran,” ujar Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencetak generasi yang tangguh secara mental dan sosial. Lingkungan bebas tekanan dan kekerasan diharapkan mampu menjadi titik balik bagi anak-anak dari latar belakang rentan agar bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

NASIONAL
Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

NASIONAL
Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

NASIONAL
Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

NASIONAL
Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

NASIONAL
Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon