ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sekolah Rakyat Diminta Perhatikan Gaji Para Guru

Senin, 28 Juli 2025 | 14:42 WIB
RN
MK
Penulis: Rahmad Nur | Editor: MBK
Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (Beritasatu/Priyo Budi Santoso)

Sigi, Beritasatu.com - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di daerah terpencil dan kurang mampu secara ekonomi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan di Sulawesi Tengah menilai, inisiatif tersebut dapat menjadi solusi konkret bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan formal akibat faktor geografis dan ekonomi.

“Program ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin di wilayah-wilayah seperti Sigi dan Donggala, Parigi Moutong yang tidak bisa mengakses sekolah karena jarak dan biaya,” ujar Ketua DPW PEKNAS Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo, Senin (28/7/2025).

ADVERTISEMENT

Namun, kesuksesan Sekolah Rakyat sangat bergantung pada sistem pengelolaan dan dukungan pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran. Ia mengingatkan agar program ini tidak dilaksanakan secara instan atau sekadar proyek pencitraan.

“Yang paling menentukan itu sistem dan pengelolanya. Kalau pengelolanya, dalam hal ini sekolah dan pemerintah, tidak ditunjang dengan anggaran yang memadai, ya hasilnya tidak akan maksimal. Kita jangan sampai program ini hanya jadi formalitas tanpa dampak nyata,” jelasnya.

Dia mencontohkan, kondisi aparatur sipil negara (ASN) saat ini yang kerap terjebak dalam sistem keuangan yang timpang. Pasalnya, beberapa guru atau tenaga pengajar, masih belum mendapatkan gaji yang layak.

“Dengan gaji rata-rata Rp 4 juta, sulit menutupi kebutuhan hidup lima orang. Banyak yang terpaksa bergantung pada pinjaman bank. Kalau hal mendasar begini tidak ditangani, bagaimana mereka bisa mengelola program pendidikan dengan baik?” kata dia.

Isram pun berharap Sekolah Rakyat menjadi tonggak awal pemerataan pendidikan di Indonesia dan mampu menciptakan generasi cerdas serta mandiri secara ekonomi. “Pendidikan itu bukan hanya soal sekolah, tapi juga membuka jalan untuk masyarakat bangkit secara ekonomi. Dan ini sesuai dengan amanat UUD 1945,” tuturnya.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk memperluas akses pendidikan di wilayah-wilayah tertinggal sebagai bagian dari pembangunan berkeadilan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

AHY Tak Ingin Renovasi Sekolah Lupakan Perbaikan Toilet

NASIONAL
Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

Buka Lowongan 5.000 Guru Sekolah Rakyat, Mensos Ngaku Masih Kekurangan

NASIONAL
Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

Mensos Tegaskan Tak Ada Siswa Titipan Masuk Sekolah Rakyat

NASIONAL
Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

Sekolah Rakyat Aceh 2 Sudah 60 Persen, Siap Tampung 1.170 Siswa

NASIONAL
Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi Ditargetkan Tampung 1.000 Siswa

NASIONAL
Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

Kawal Program Prabowo, Dudung Tinjau Sekolah Rakyat di Malang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon