Profil Dwi Hartono: Pengusaha Diduga Otak Penculikan Kacab Bank BUMN
Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37), terus menjadi perhatian publik. Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap empat orang terduga pelaku.
Sosok yang paling menyita perhatian adalah Dwi Hartono, pengusaha muda yang dikenal luas sebagai pebisnis digital, motivator, sekaligus pendiri yayasan sosial. Nama Dwi Hartono kini dikaitkan sebagai aktor intelektual atau diduga otak dari peristiwa tragis tersebut.
Penangkapan Dwi Hartono dan Komplotannya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan penangkapan dilakukan dalam dua tahap. Pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB, tim Jatanras meringkus DH bersama dua rekannya, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah. Keesokan harinya, Minggu (24/8/2025), polisi kembali menangkap pelaku lain berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
“Saudara DH adalah seorang pengusaha, salah satu bidang usahanya adalah bimbel online,” ungkap Ade Ary.
Ia juga mengonfirmasi bahwa akun Instagram resmi milik Dwi Hartono adalah @klanhartono dengan lebih dari 37.000 pengikut.
Jejak Bisnis dan Karier
Sebelum kasus hukum ini menyeruak, profil Dwi Hartono dikenal positif di dunia wirausaha. Ia membangun bisnis di berbagai sektor, mulai dari properti, perdagangan, pendidikan, e-commerce, fashion, hingga skincare.
Melalui akun Instagram pribadinya, Dwi kerap membagikan aktivitas bisnis, olahraga, dan perjalanannya.
Dari 718 unggahan, terlihat keterlibatannya dalam kegiatan sosial, kunjungan ke Maluku dan Kalimantan Tengah, hingga menghadiri acara 17 Agustus di IKN. Ia juga pernah tampil dalam forum PBNU dan berbagai acara publik sebagai pembicara.
Selain itu, Dwi Hartono aktif mengelola kanal YouTube bernama Klan Hartono dengan lebih dari 169.000 subscriber. Di sana ia membagikan motivasi dan tips wirausaha bagi generasi muda.
Dwi mendirikan Hartono Foundation, lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM. Yayasan ini pernah memberikan beasiswa penuh kepada pelajar berprestasi, salah satunya alumni SMA di Pemalang yang meraih IPK sempurna 4,00 di Universitas Terbuka Pamulang.
Selain beasiswa, yayasan tersebut aktif mendukung layanan kesehatan masyarakat, kegiatan sosial, dan program peningkatan ekonomi dengan moto berbakti untuk negeri.
Salah satu proyek besar Dwi adalah Guruku.com, aplikasi bimbel online yang dikelola PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (PT DAI). Platform ini menyasar masyarakat di daerah tier 2 hingga 4 dengan biaya terjangkau dan kebutuhan kuota minimal.
Guruku tidak hanya menghadirkan materi pelajaran, tetapi juga pelatihan bisnis, pengembangan UMKM, dan penguatan soft skill.
Selain itu, Dwi juga mendirikan PT Hartono Mandiri Makmur, perusahaan marketplace yang beralamat di kawasan Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor.
Dengan rekam jejaknya sebagai pengusaha muda, motivator, dan pegiat sosial, keterlibatan Dwi Hartono dalam kasus penculikan dan pembunuhan kacab Bank BUMN menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Polisi masih terus mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam peristiwa yang menyita perhatian publik ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




