Apa Itu Sertifikat HACCP yang Wajib Dimiliki Dapur MBG?
Senin, 6 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Program makan bergizi gratis (MBG) kini semakin ketat diawasi setelah muncul sejumlah kasus keracunan di lapangan.
Pemerintah mewajibkan dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) memiliki tiga sertifikat utama, salah satunya adalah hazard analysis and critical control point (HACCP).
Aturan ini hadir sebagai upaya mencegah kasus keracunan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap makanan yang dibagikan.
Apa Itu Sertifikat HACCP?
Hazard analysis and critical control point (HACCP) merupakan bukti bahwa sebuah dapur atau perusahaan pangan telah menerapkan sistem manajemen keamanan makanan yang berstandar internasional.
Artinya, setiap tahap pengolahan makanan mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga pendistribusian akan dipantau secara ketat untuk mencegah risiko yang bisa membahayakan kesehatan konsumen.
Prinsip kerja HACCP adalah mengidentifikasi potensi bahaya (baik biologis, kimia, maupun fisik), menentukan titik kritis yang harus diawasi, menetapkan batas aman, serta memastikan ada langkah perbaikan jika terjadi penyimpangan.
Dengan sertifikat ini, dapur MBG dapat menjamin seluruh proses penyediaan makanan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi sudah memenuhi standar keamanan.
Sertifikasi ini juga mencegah risiko kerugian akibat salah penanganan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Pentingnya HACCP untuk Dapur MBG
Dalam konteks dapur MBG, sertifikat HACCP sangat penting karena makanan yang diproduksi dikonsumsi oleh kelompok rentan, terutama anak-anak.
Tanpa standar ini, risiko keracunan bisa meningkat, terutama jika proses masak tidak konsisten atau pengawasan bahan baku kurang ketat.
Dengan adanya sertifikasi HACCP, dapur MBG memiliki pedoman jelas dalam mengelola makanan, termasuk cara menyimpan bahan, menjaga kebersihan peralatan, melatih staf, hingga mengontrol distribusi makanan agar tetap higienis sampai ke penerima.
Prosedur Perolehan Sertifikat
Untuk memperoleh sertifikat HACCP, sebuah dapur atau perusahaan pangan wajib memenuhi tujuh prinsip utama, antara lain:
- Analisis bahaya.
- Penetapan titik kendali kritis.
- Penetapan batas kritis.
- Monitoring.
- Tindakan koreksi.
- Verifikasi.
- Dokumentasi.
Proses sertifikasi dilakukan melalui audit dokumen dan inspeksi lapangan oleh lembaga sertifikasi berlisensi.
Tim auditor akan memeriksa kualitas bahan baku, kondisi dapur, hingga pemahaman staf terhadap standar HACCP. Jika ditemukan kekurangan, dapur diberikan waktu untuk melakukan perbaikan sebelum sertifikat diterbitkan.
Manfaat Sertifikat HACCP
Ada beberapa manfaat langsung dari penerapan sertifikat ini:
- Memberi jaminan bahwa makanan aman dikonsumsi.
- Meningkatkan kualitas layanan dapur MBG.
- Membangun kepercayaan masyarakat pada program pemerintah.
- Mengurangi potensi kerugian akibat salah pengolahan makanan.
Sertifikat HACCP bukan hanya formalitas, melainkan standar penting yang memastikan setiap makanan dari program MBG benar-benar aman, bergizi, dan layak konsumsi. Dengan adanya aturan ini, diharapkan tidak ada lagi kasus keracunan, dan anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dengan asupan yang terjamin mutunya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




