ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Tegas Tolak Visa Atlet Israel pada Kejuaraan Senam Dunia

Kamis, 9 Oktober 2025 | 21:57 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah menolak pemberian visa bagi enam atlet Israel pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah menolak pemberian visa bagi enam atlet Israel pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. (Beritasatu.com/Kemenko Kumham Imipas)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memberikan visa kepada enam atlet asal Israel yang berencana mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta pada 19-25 Oktober 2025. 

Pernyataan ini disampaikan Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan video di Jakarta, Kamis (9/10/2025). Ia menegaskan, sikap pemerintah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta konsisten dengan posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

“Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang berniat hadir di Jakarta. Sikap ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yang dalam pidatonya di PBB sangat keras mengecam Israel atas kekejaman terhadap rakyat Palestina,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Yusril menegaskan, Indonesia tidak akan menjalin kontak diplomatik maupun kerja sama dengan Israel sampai negara tersebut mengakui keberadaan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat. “Setelah Israel mengakui Palestina, barulah pemerintah Indonesia akan membuka hubungan diplomatik dan kerja sama internasional lainnya,” jelasnya.

Sikap tegas pemerintah ini, kata Yusril, mendapat dukungan luas dari masyarakat Indonesia, termasuk dari berbagai organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan partai politik. “Penolakan terhadap kehadiran atlet Israel juga datang dari berbagai ormas keagamaan, MUI, dan elemen masyarakat lain. Semua itu disimak dan menjadi pertimbangan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Yusril, keputusan penolakan visa ini telah dikoordinasikan secara matang di antara jajaran kementerian terkait di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas.

Ia juga menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Dalam komunikasi tersebut, Agus menjelaskan federasi olahraga senam artistik internasional sempat mengajukan surat sponsorship bagi atlet Israel.

Namun, setelah memahami sikap resmi pemerintah Indonesia, surat tersebut telah ditarik kembali. “Mereka sudah menarik surat sponsorship yang diajukan beberapa waktu lalu karena tahu sikap pemerintah Indonesia yang tidak akan memberikan visa bagi atlet Israel,” kata Yusril.

Yusril menegaskan kembali pemerintah Indonesia konsisten dan tidak akan mengubah pendiriannya terhadap Israel, baik dalam konteks politik luar negeri maupun kegiatan olahraga internasional. “Pemerintah tegas dan konsisten. Tidak ada visa bagi atlet Israel. Sikap ini mencerminkan komitmen kita terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon