ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahfud MD Desak Revitalisasi Pesantren demi Keamanan dan Akhlak Bangsa

Senin, 13 Oktober 2025 | 05:00 WIB
AP
DM
Penulis: Agung Dharma Putra | Editor: DM
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyerukan agar pemerintah melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Seruan ini disampaikan Mahfud menyusul peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo.
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyerukan agar pemerintah melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Seruan ini disampaikan Mahfud menyusul peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo. (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra)

Surabaya, Beritasatu.com - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyerukan agar pemerintah melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Seruan ini disampaikan Mahfud menyusul peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo.

Mahfud menilai, pesantren memiliki peran strategis sebagai tempat menimba ilmu sekaligus membentuk akhlak dan karakter generasi muda. Terkait hal itu, ia berharap kejadian tragis seperti di Sidoarjo tidak terulang kembali.

“Ponpes harus direvitalisasi karena di sanalah dicetak modal ketangguhan, modal akhlak, dan karakter bangsa. Pesantren melakukannya secara ketat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Hal itu disampaikan Mahfud MD seusai menjadi pembicara dalam sidang paripurna HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Jatim, Minggu (12/10/2025).

Ia menegaskan, pesantren juga menjadi tempat menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kesederhanaan hidup bagi para santri. Nilai-nilai itu, katanya, diajarkan bukan hanya lewat teori, tetapi melalui keteladanan langsung para kiai.

“Nasionalisme juga dicetak di pesantren, disertai contoh nyata tentang hidup sederhana dan kemandirian. Sejak dahulu pesantren mandiri,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno telah meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bangunan fasilitas pendidikan, termasuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil setelah tragedi robohnya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (29/9/2025), yang menewaskan 67 santri. Dalam rapat tingkat menteri di Jakarta, Jumat (10/10/2025), Pratikno menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memastikan seluruh bangunan pendidikan aman dan layak huni.

Revitalisasi pesantren diharapkan tidak hanya memperkuat aspek keamanan fisik, tetapi juga menjaga keberlanjutan fungsi pesantren sebagai pilar pendidikan moral dan kebangsaan di Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cak Imin: Video AI Bernarasi Negatif Tak Mempan untuk Pesantren

Cak Imin: Video AI Bernarasi Negatif Tak Mempan untuk Pesantren

NASIONAL
Prabowo Minta Kementerian PU Latih Santri Jadi Ahli Konstruksi

Prabowo Minta Kementerian PU Latih Santri Jadi Ahli Konstruksi

NASIONAL
Polemik APBN untuk Pesantren, Menag: Apakah Salah Pemerintah Membantu?

Polemik APBN untuk Pesantren, Menag: Apakah Salah Pemerintah Membantu?

NASIONAL
Ponpes Al-Khoziny Bantah Ajukan Dana APBN untuk Pembangunan

Ponpes Al-Khoziny Bantah Ajukan Dana APBN untuk Pembangunan

JAWA TIMUR
Pemkot Surabaya Beri Bantuan untuk Korban Ponpes Al-Khoziny

Pemkot Surabaya Beri Bantuan untuk Korban Ponpes Al-Khoziny

JAWA TIMUR
Musala Al-Khoziny Ambruk, Polda Periksa Saksi dan Tutup Area Pondok

Musala Al-Khoziny Ambruk, Polda Periksa Saksi dan Tutup Area Pondok

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon