Menko PMK: Penanganan Bencana Sumatera-Aceh Jadi Prioritas Nasional
Rabu, 3 Desember 2025 | 14:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pemerintah memastikan upaya penanggulangan bencana di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh terus berjalan cepat, efektif, dan responsif.
Menteri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Presiden Prabowo Subianto sudah meninjau langsung tiga provinsi terdampak pada Senin (1/12/2025) untuk memastikan negara hadir dan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.
‘’Presiden juga memimpin koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk TNI-Polri, pemerintah daerah, BNPB, serta BUMN. Ia menginstruksikan agar penanganan bencana diperlakukan sebagai prioritas nasional, termasuk memastikan ketersediaan penuh anggaran dan logistik menggunakan dana siap pakai,'' ujar Pratikno dalam jumpa pers mengenai perkembangan penanganan bencana di Sumatera-Aceh, Rabu (3/12/2025)
Seluruh lembaga diperintahkan untuk bekerja ekstra responsif, terutama dalam penyelamatan korban, distribusi bantuan, dan pemulihan fasilitas vital. Dikatakannya, emerintah mengerahkan sumber daya maksimal dari kementerian/lembaga, BNPB, TNI, Polri, serta BUMN.
"Hingga saat ini, lebih dari 500 ton bantuan telah dikirimkan, mencakup sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, serta bantuan lain bagi warga terdampak, termasuk wilayah yang aksesnya terputus. Pos komando terpadu di tingkat provinsi dan kabupaten juga diperkuat, sementara pos pendamping nasional dari BNPB, TNI-Polri, dan kementerian terkait telah ditempatkan sejak awal," bebernya.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah mengerahkan pesawat angkut A400 serta lebih dari 50 helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB untuk menjangkau daerah terisolasi. Sejumlah misi airdrop telah dilakukan menggunakan pesawat CN-295, A2904, hingga C-130J Super Hercules. Distribusi logistik melalui jalur laut juga ditempuh menggunakan kapal TNI.
"Di lokasi bencana, TNI, Polri, dan instansi pemerintah mendirikan pos logistik, pos kesehatan, dan dapur lapangan. Selain dapur umum, dapur SPPG turut dikerahkan untuk percepatan distribusi makanan," lanjutnya.
BUMN juga digerakkan untuk memulihkan layanan publik seperti listrik, telekomunikasi, distribusi BBM, serta akses jalan. Perbaikan tower transmisi bertegangan tinggi ditargetkan selesai pada Jumat (5/12/2025" , dengan waktu pengerjaan dipercepat dari maksimal enam hari menjadi hanya dua hingga tiga hari.
Untuk pemulihan telekomunikasi di Sumatera, Telkom menurunkan 2.498 personel recovery yang akan bekerja hingga seluruh layanan pulih. Distribusi BBM oleh Pertamina melalui jalur darat pun terus diupayakan dengan dukungan berbagai pihak.
Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan telah diterjunkan untuk menelusuri dugaan temuan gelondongan kayu yang terseret arus banjir. Pemerintah menggunakan analisis citra satelit untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran tata kelola lingkungan.
Fase rehabilitasi dan rekonstruksi sudah mulai dipersiapkan. BNPB tetap menjadi leading sector dalam fase tanggap darurat, sementara fase rehabilitasi dan rekonstruksi ditargetkan rampung dalam 100 hari dengan rencana jangka panjang satu tahun agar publik dapat memantau capaian secara terukur.
"Pemerintah menegaskan fokus penanganan tidak hanya pada distribusi logistik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat bangkit dan membangun kembali kehidupannya. Pemerintah menyampaikan permohonan maaf apabila penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat masih terdapat kekurangan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




