Prabowo Tegaskan Negara Mampu Tangani Pemulihan Pascabencana Sumatera
Kamis, 1 Januari 2026 | 17:36 WIB
Aceh Tamiang, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara memiliki kemampuan penuh untuk menangani pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, tanpa perlu menetapkan status bencana nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi pemulihan pascabencana Sumatera di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). “Ketiga provinsi ini, kita sebagai bangsa dan negara mampu menghadapi. Kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, keputusan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap meremehkan kondisi yang dialami masyarakat terdampak. Menurutnya, pemerintah memandang bencana di wilayah Sumatera sebagai persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Prabowo menambahkan, Indonesia masih memiliki 35 provinsi lain dengan beragam persoalan yang juga membutuhkan perhatian negara. Oleh karena itu, kemampuan fiskal dan kelembagaan negara harus dikelola secara cermat tanpa mengurangi keseriusan penanganan di Sumatera.
Keseriusan pemerintah, kata Prabowo, ditunjukkan dengan keterlibatan langsung jajaran kabinet di lapangan. Sejumlah menteri diterjunkan ke berbagai daerah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Hari ini ada berapa menteri di sini. Dua menteri di Aceh Utara, sepuluh menteri sedang di Aceh sekarang, dan ada menteri lain yang juga berada di daerah terdampak lain,” jelas Prabowo.
Kehadiran para menteri di lokasi bencana dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor serta mempercepat proses penanganan dan pemulihan.
Presiden menegaskan, pemerintah akan bekerja secara maksimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran dalam jumlah besar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 60 triliun untuk pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak bencana Sumatera mencapai Rp 51,82 triliun.
Dengan alokasi tersebut, Prabowo menilai kebutuhan pemulihan masih berada dalam batas kemampuan fiskal negara. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan secara sukarela.
“Kita memandang ini sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu. Anggaran yang cukup besar sudah kita siapkan untuk mengatasi ini,” pungkas Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




